Kamis, 17 Maret 2011

Penyakit Paling Ganas

Suatu penyakit ganas yang menggerogoti hidup manusia bukanlah kanker atau bahkan HIV/AIDS, melainkan kelaparan akan kasih sayang. Itu kurang lebih yang pernah disampaikan oleh Mother Theresa. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan dan saat menderita sakit tetapi tidak dapat melanjutkan hidup tanpa kasih sayang sesamanya. Tanpa kasih sayang dan perhatian, manusia tidak punya pengharapan, motivasi dan tujuan hidup. Ia akan mengalami disorientasi akibat dishedonia yang parah.

Hal ini sungguh terbukti nyata. Aku telah merasakan sendiri bagaimana tertekan dan tidak nyamannya hati ini ketika berasumsi sedang tidak begitu disukai oleh seseorang. Asumsi yang timbul dalam hatiku adalah bahwa orang yang kuhormati ternyata menyimpan rasa tidak puas terhadapku dan kinerjaku. Tanpa konfirmasi lebih lanjut, aku mengamini asumsi tersebut. Padahal belum tentu asumsi itu benar. Akibatnya, seharian aku merasa tidak semangat. Dibandingkan dengan mereka yang sungguh-sungguh tertolak dan dibenci, kondisiku masih jauh lebih baik. Kalau dalam kondisi yang jauh lebih baik ini saja rasanya sudah sedemikian tidak enaknya, apalagi dengan kondisi yang sungguh-sungguh tertolak dan dibenci itu. Memang tepat apa kata Mother Theresa.

Sudah saatnya untuk menghentikan penyebaran penyakit kekurangan kasih sayang. Musuh dari kasih sayang yang sebenarnya bukanlah kebencian melainkan pengabaian. Aku sudah merasakan sendiri bagaimana menderitanya diabaikan dan dianggap angin lalu. Oleh karena itu, aku perlu memutus rantai dengan mulai proaktif mengasihi orang lain. Semuanya dimulai dari diri sendiri dan sekitarku.

3 komentar:

mama pat mengatakan...

Berpikir positif, bertindak positif, mama ingin begitu, ingin pat juga begitu. Bahkan di waktu dia sedih spt sekrg ini, mama ingin pat tetap bertindak positif.

i-one mengatakan...

wah,bener juga ya.salam kenal.klu ada waktu kunjungi blog ane ya.

mimi imut mengatakan...

@mama pat: wah pat sedih kenapa ya?
@i-one: salam kenal juga... hehe...