Kamis, 03 Maret 2011

Sejenak Di Lempuyangwangi, Ngobrol2 sama Bu Ani... ^^

Hari ini di RS Bethesda Lempuyangwangi, aku mendapatkan mutiara-mutiara yang sangat berharga. Aku belajar banyak dari seorang Bu Ani, perawat senior yang luar biasa. Aku melihat dan mendengar sendiri bagaimana hidup beliau sungguh patut dijadikan teladan. Yang pertama, aku menyaksikan sendiri teladan belas kasihan yang ditunjukkan oleh Bu Ani. Ceritanya begini. Ada pasien, anak umur 16 tahun, yang sudah seminggu demam tinggi alias febris. Ketika ditensi, tensinya hanya 80/0 mmHg. Ketika aku tawarkan untuk mondok alias opname, si anak keberatan. Demikian juga ketika aku sarankan untuk cek laboratorium. Waktu aku sudah siap2 mau nulis di status bahwa pasien menolak tindakan medis maupun opname, tiba2 saja Bu Ani langsung menawarkan untuk cek laborat dengan gaji beliau sebagai tanggungannya. Bu Ani kasihan karena tensi si pasien yang sangat rendah, dan orang tua pasien yang dua2nya kerja di Batam. Si pasien hanya ada bersama neneknya di Jogja. Dengan amat sangat, Bu Ani membujuk pasien dan neneknya untuk cek lab terlebih dahulu. Si pasien bersedia. Hasil lab menunjukkan bahwa angka trombositnya 138 ribu, di bawah normal. Bu Ani pun dengan amat sangat sekali lagi mendorong pasien untuk opname saja. Si pasien pun menelepon bapaknya yang di Batam. Bu Ani bicara kepada bapak si pasien via telepon dan menjelaskan kondisinya. Akhirnya, si pasien bersedia mondok dan Bu Ani segera menginfus Ringer Lactat. Yang bikin aku kagum adalah Bu Ani melakukan semua itu atas dasar belas kasihan yang tidak dibuat-buat. Beliau rela gajinya dipotong untuk menanggung si pasien seandainya si pasien tidak bisa membayar. Padahal Bu Ani kan 'cuma' perawat, yang gajinya pun sepertinya gak terlalu besar jika dibandingkan dengan penghasilan kedua orang tuaku. Tapi, hebat banget Bu Ani ini. Aku jadi termotivasi untuk lebih lagi menunjukkan belas kasihan dengan tindakan nyata meskipun harus menanggung risiko.

Yang kedua, aku tambah terkagum-kagum lagi sama Bu Ani setelah mendengar pengalamannya jadi relawan GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia) waktu gempa Nias beberapa waktu yang lalu. Susah aku tulis dengan kata2ku karena begitu luar biasa ceritanya. Bu Ani cerita tentang penyertaan Tuhan di sana dan bagaimana beliau mendapat pengalaman melihat makhluk2 halus juga. Yang paling berkesan adalah semangat Bu Ani dalam menolong masyarakat di Nias meskipun tidak ada yang menyuruhnya untuk pergi ke sana. Bu Ani ke Nias atas inisiatif sendiri, pas beliau sedang cuti. Balik2 ke Lempuyangwangi pun besoknya langsung jaga, katanya sampai dimarah2in dr. Yanti yang waktu itu masih di Lempuyangwangi. Wew...

Yang ketiga, ternyata Bu Ani ini suka nulis juga. Pengalaman beliau waktu di Nias katanya sudah ditulisnya, tapi sayang hilang. Kemudian pengalaman hidupnya juga sudah ditulis dalam bentuk novel 200an halaman. Belum dikirim ke penerbit sih. Wew lagi... aku jadi pingin baca.

Yang keempat, anaknya Bu Ani yang bernama Ayu Saputri ternyata kenal sama aku. Katanya, aku pernah ngasih buku karyaku berjudul "Princess Mimi's Diary" (yang dulu pernah aku sebar luaskan waktu aku manik). Aku lupa anaknya yang mana. Tapi aku ingat sama buku itu. Benar2 karya fenomenal. Nggak dijual dan persediaan terbatas. Wew wew wew... ternyata dunia ini sempit ya?

Thank God, You Are so amazing... bless Bu Ani, ya... ^^

Tidak ada komentar: