Kamis, 10 Maret 2011

Tentang Belas Kasihan

Aku mau menulis tentang belas kasihan. Belas kasihan merupakan bahan bakar yang sanggup menggerakkan Tuhan sehingga mukjizat-mukjizat pun dapat terjadi. Tuhan begitu kaya akan belas kasihan sedangkan aku miskin sekali akan belas kasihan yang tulus. Jika aku ingin berfungsi secara maksimal, khususna dalam bidang yang berhubungan dengan pelayanan kemanusiaan, maka aku perlu menambahkan belas kasihan ke dalam setiap tindakanku.

Bagaiman aku bisa menambahkan belas kasihan yang tulus? Yang jelas, belas kasihan tidak dapat tumbuh tanpa melibatkan hubungan dengan orang lain/sesama manusia. Aku tidak dapat menumbuhkan belas kasihan jika lebih banyak hidup menyendiri atau menarik diri dari orang lain dan masyarakat. Oleh karena itu, aku perlu menyediakan dan membuka diri untuk orang lain, terutama orang lain yang membutuhkan bantuan.

Memang tidak langsung otomatis aku akan penuh dengan belas kasihan meskipun aku sudah menceburkan diri ke dalam hiruk pikuk masyarakat di sekelilingku. Dibutuhkan kepejaan hati untuk melihat dan memahami kebutuhan-kebutuhan di depanku. Aku harus berani sejenak keluar dari diriku sendiri untuk menyambut mereka yang membutuhkan pertolongan. Tidak mudah memang karena sifat dasar manusia adalah egois dan tidak berempati. Tetapi semua itu bisa disiasati dengan niat dan komitmen yang sungguh-sungguh untuk meneladani TUHAN serta memohon terus anugerah TUHAN akan belas kasihan. Kiranya kasih TUHAN dapat terus memenuhi hati kita. Amin!!!!!!!

2 komentar:

f4dLy :) mengatakan...

salam kenal yah...
http://f4dlyfri3nds.blogspot.com

mimi imut mengatakan...

salam kenal juga f4dly... thanks sudah berkunjung lagi ke blog saya... Tuhan Yesus memberkati... ^^