Kamis, 22 Juli 2010

Menuju Negeri Bapa

aku ingin menceritakan padamu sebuah kisah...
tentang seorang anak yang sedang menempuh perjalanan...
perjalanan panjang yang entah kapan berkahir...
perjalanan menuju negeri yang belum diketahuinya...
satu saja bekalnya yaitu pengharapan...
pengharapan akan mencapai negeri tersebut suatu saat nanti...
dilaluinya persinggahan demi persinggahan...
semuanya mengantarkannya menuju negeri tersebut...
masing-masing persinggahan memberinya gambaran singkat mengenai negeri itu...
ada yang menggambarkan kasih...
ada yang menggambarkan sukacita...
ada yang menggambarkan damai sejahtera...
saat ini anak itu sedang tiba di sebuah tempat yang sangat nyaman...
penuh kasih dan persaudaraan...
tapi anak itu tahu bahwa ini masih belum kesudahannya...
tempat itu bukanlah negeri yang selama ini ditujunya...
masih ada perjalanan yang harus dijalaninya...
entah berapa jauh lagi...
entah berapa lama lagi...
setiap kali meninggalkan tempat-tempat persinggahan, yang ada hanyalah padang gurun...
padang gurun yang luas membentang...
padang gurun yang kering kerontang...
anak itu tahu sebentar lagi dia harus meninggalkan tempat nyaman itu dan menghadapi padang gurun lagi...
tanpa melalui padang gurun, tidak akan sampai dia ke negerinya...
banyak orang yang heran dan terpana mengapa anak sekecil itu mau dan sanggup melakukan perjalanan panjang yang penuh risiko...
tentu tidak ada yang melihat dan menyadari bahwa di tempat-tempat tersembunyi, ada sepasukan malaikat yang dikirim khusus untuk menjaga langkah anak itu...
anak itu pun tidak tahu...
setiap langkah yang dilaluinya merupakan langkah iman yang timbul dari pendengaran...
pendengaran akan kebenaran yang diterimanya dalam hati...
perjalanan seumur hidup yang dilaluinya membuat anak itu tumbuh semakin besar dan semakin kuat...
sampai kini perjalanan itu masih berlangsung...
dan anak kecil itu kini telah bertumbuh tanpa disadarinya...
negeri yang dituju masih juga belum dicapainya...
tapi pengharapan makin membesar sehingga memantapkan langkahnya untuk maju...
tetap semangat, nak...
Bapa selalu menjagamu dan menantimu di negeri yang kau tuju...

Tidak ada komentar: