Sabtu, 24 Juli 2010

Logoterapi Jilid III

Kelanjutan dari membaca2 buku tentang logoterapi... semakins seru... semakin mengasyikkan... yuk mari... ^^
  • seseorang hanya bisa mengatualisasikan diri sejauh dia melakukan pemenuhan makna.
  • Manusia juga akan kembali kepada dirinya sendiri, menaruh keprihatinan dan perhatian pada dirinya sendiri kalau dia gagal dalam misi pemenuhan makna di dalam hidupnya.
  • kotbah yang mengungkapkan bahwa manusia tidak perlu dikuatirkan oleh ideal2 dan nilai2 karena kesemuanya itu tidak lain adalah "ungkapan diri" dan bahwa dia karenanya hanya perlu merealisasikan potensi2 yang ada di dalam dirinya, merupakan kabar baik bagi banyak orang. -->
  • Orang dikabari bahwa dia tidak perlu meraih bintang, sebab bumi itu sendiri adalah bintang. Orang dianjurkan untuk tidak menjangkau jauh ke luar dirinya, sebab segalanya telah tersedia, paling tidak dalam bentuk potensi2 yang menunggu untuk direalisasi.
  • Orientasi kepada makna bisa membawa manusia kepada konfrontasi dengan makna. -->
  • Orientasi kepada makna menunjuk pada manusia itu apa, sedangkan konfrontasi dengan makna menunjuk pada manusia itu hendaknya bagaimana atau semestinya menjadi apa.->
  • Ketika orientasi kepada makna berubah menjadi konfrontasi dengan makna, individu berkembang dan mencapai kematangan, di mana kebebasannya berubah menjadi kebertanggungjawaban. Dia menjadi bertanggung jawab atas realisasi nilai2 dan pemenuhan makna yang spesifik bagi kehidupan pribadi atau keberadaan dirinya. -->
  • Bagaimanapun, manusia pun bertanggung jawab atas dan di hadapan sesuatu, baik itu masyarakat, kemanusiaan, sesama ataupun hati nuraninya sendiri. Dan bagi sebagian orang, manusia juga bertanggung jawab atas dan di hadapan "sesuatu" yang lain yang dinamakan Tuhan.
  • "kehampaan eksistensial"
  • Patologi timbul tidak hanya dari stres, tetapi juga dari peredaan stres atau berkurangnya tegangan yang berakhir pada kekosongan. Kurangnya tegangan yang disebabkan oleh hilangnya makna itu sama bahayanya dengan terlalu tingginya tegangan.
  • "bukan sesuatu yang perlu dihindari"
  • justru penghindaran dari konfrontasi dengan makna itu sebagai sesuatu yang tidak sehat. Penghindaran dari ketidaklengkapan dan penolakan atas keterbatasan diri merupakan ciri dari kepribadian neurotik. -->
  • konfrontasi dengan makna adalah sesuatu yang sehat dan memperkuat individu.
  • yang dibutuhkan oleh manusia bukanlah pengurangan tegangan melainkan gerak dan perjuangan ke arah tujuan tertentu yang patut dicapainya, makna. -->
  • Seperti halnya besi pada suatu lapangan magnetik, hidup manusia diatur dan diarahkan melalui orientasinya kepada makna.
  • "manusia bergerak terarah alih-alih didorong" -->
  • alih2 dideterminasi oleh makna, dia bebas menentukan dan memutuskan apakah hidupnya akan disusun melalui pemenuhan makna atau tidak.
  • antara orientasi kepada makna dan kesehatan mental terdapat korelasi yang positif. (Theodore Kotchen)
  • yang dibutuhkan oleh otak untuk bisa berfungsi secara normal adalah kontak penuh makna yang sinambung dengan dunia luar (John Davis, Willian McCourt, Philip Solomon)
  • suatu polling di Perancis menunjukkan 89% responden percaya bahwa manusia membutuhkan "sesuatu" demi hidupnya. 61% di antaranya merasa bahwa ada sesuatu yang untuknya mereka rela mati.
  • orientasi yang kuat kepada makna memiliki lifesaving effect pada Goethe, suatu efek yang juga dialami oleh Frankl di dalam kamp konsentrasi. -->
  • Frankl bisa bertahan hidup di dalam kamp konsentrasi yang kejam karena ia berorientasi kepada makna, serta mampu menemukan makna dari kegiatan menulis, membantu sesama tawanan, dan dari penderitaan yang dialaminya.
  • Setiap individu adalah unik, juga kehidupannya. Kehidupan seseorang tidak bisa dipertukarkan dengan kehidupan seseorang yang lainnya, juga perspektifnya. Dari masing2 perspektifnyalah setiap individu melihat dunia nilai-nilai.
  • makna itu melampaui intelektualitas manusia. Oleh karena itu, ia tidak bisa dicapai hanya dengan proses akal atau usaha intelektual. -->
  • Untuk mencapai makna, individu harus menunjukkan tindakan komitmen yang muncul dari kedalaman dan pusat kepribadiannya, dan karenanya usahanya itu berakar pada keberadaan totalnya. -->
  • yang penting dalam aktivitas kerja bukanlah lingkup atau luasnya, melainkan bagaimana seseorang bekerja sehingga dia bisa mengisi penuh lingkaran aktivitasnya itu. Juga, tidak menjadi soal, apa bentuk aktivitas itu dan siapa yang melaksanakannya. -->
  • Rakyat kecil atau orang kebanyakan yang secara sungguh2 dan jujur menjalankan tugas konkret yang memungkinkan diri dan keluarganya hidup, terlepas dari fakta bahwa kehidupannya itu "kecil", lebih besar dan lebih unggul dibanding dengan seorang negarawan "besar" yang menentukan nasib jutaan orang dengan goresan penanya, tetapi yang putusan2nya ceroboh dan membawa berbagai akibat buruk.
Bersambung... ^^

Tidak ada komentar: