Jumat, 23 Juli 2010

Logoterapi Jilid II

Masih berisi kutipan2 dari buku tentang Logoterapinya Viktor Frankl yang aku pinjam dari pepustakaan Bethesda... wew... banyak banget euy... ^^ selamat membaca... semoga bermanfaat...
  • konsepsi dasar: menjadi manusia berarti menjadi sadar dan bertanggung jawab
  • kini sudah saatnya memerisa keberadaan manusia dengan segenap dimensinya; tidak hanya dalam kedalamannya, tetapi juga ketinggiannya. Untuk itu, menurut Frankl, kita harus melangkah bukan saja ke seberang dimensi fisik, melainkan juga ke seberang dimensi psikis, kepada dimensi spiritual manusia.
  • Jika kita membiarkan orang apa adanya, kita menjadikan mereka buruk. Jika kita memperlakukan orang sebagaimana seharusnya menjadi, kita membantu mereka menjadi apa sesuai dengan kesanggupan mereka menjadi.
  • Demikian pula, seorang penyusun teori yang jauh dari pos depan ilmu pengetahuan boleh jadi mampu memberikan pelayanan yang bisa heroik dibanding dengan yang diberikan oleh para tokoh yang lebih aktif, yang "berdiri di tengah kancah kehidupan". Seorang penyusun teori bisa memberikan pelayanan yang unik, betapapun kecilnya pos yang ditempatinya. Dan dalam keunikan prestasi pribadi ini tak ada seorangpun yang bisa menggantikannya. Dia telah menemukan tempat dan memenuhi tempatnya itu dan dengan demikian dia memenuhi diri (kehidupan batin)-nya sendiri.
  • Psikoterapis semestinya tidak memberikan obat penenang maupun melakukan penghindaran terhadap pasiennya yang bergelut dengan masalah spiritual. Sebaliknya, dengan perangkat psikoterapi berwawasan, dia berusaha memberikan dorongan spiritual, menyediakan bagi si pasien suatu jangkar spiritual.
  • Adalah kelancungan filosifis mengingkari keberadaan keilahian dengan menyebut gagasan tentang Tuhan sebagai produk dari ketakutan manusia primitif terhadap kekuatan alam yang dahsyat.
  • Kelemahan seseorang atau suatu masyarakat jangan dijadikan penghalang atas pandangan kita tentang karya itu sendiri secara umum.
  • Para psikoterapis karenanya tidak berhak untuk mencap sesuatu sebagai "benar" karena sesuatu itu "sehat" atau sebaliknya mencap sesuatu sebagai "salah" karena sesuatu itu "sakit".
  • aspek-aspek spiritual dan aspek-aspek psikis manusia itu harus dipertimbangkan secara terpisah sebab keduanya merepresentasikan dua kawasan yang pada dasarnya berbeda.
  • kebebasan adalah salah satu faktor yang menandai keberadaan manusia dan yang membentuk esensi manusia.
  • manusia pada akhirnya adalah agen yang memutuskan (menentukan) atas dirinya sendiri. Artinya, dia sanggup tampil di atas kondisi2 biologis, psikologis, dan sosiologis untuk melampaui dirinya sendiri, membentuk karakter dan nasibnya sendiri.
  • Frankl menganjurkan agar pendidikan diarahkan kepada pembangkitan kesanggupan individu untuk memutuskan.
  • Psikoterapi seyogyanya diarahkan kepada pembangkitan kesanggupan pasien untuk membuat putusan, kepada kebebasan berkeinginan dan mengambil sikap.
  • Kebebasan mengambil sikap belumlah lengkap apabila tidak diubah dan dialihkan kepada kebebasan memikul tanggung jawab.
  • Logoterapi memiliki tiga konsep yang menjadi landasan filosofisnya: kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup.
  • Kebebasan (sebagai konsep maupun praksis) demikian berarti sehingga Frankl merasa perlu untuk menegaskan bahwa dirinya lebih suka hidup di dunia tempat fenomenon seperti Hitler di satu pihak, dan orang suci di lain pihak, bisa muncul, ketimbang di dunia totaliter.
  • Jika kita menampilkan manusia melalui konsep yang tidak benar, berarti kita mengkorupsi manusia. Jika kita menampilkan manusia sebagai kumpulan dan korban naluri atau bidak dorongan dan reaksi, sebagai sekedar produk naluri, hereditas dan lingkungan, berarti kita memupuk nihilisme yang menjadi kecenderungan manusia modern.
  • apakah pengalaman manusia itu kondusif bagi kebenaran atau tidak?
  • siapa yang bisa menjadi hakim (untuk memastikan keberadaan kebebasan berkeinginan pada manusia)?
  • apakah memang kebenaran itu dapat dicapai oleh manusia hanya setelah otaknya diracuni?
  • kesanggupan manusia melakukan pemisahan diri atau mengambil jarak terhadap dirinya sendiri lekat pada humor.
  • kesenangan itu sesungguhnya merupakan hasil atau efek samping dari pemenuhan dorongan atau pencapaian tujuan kita, yang akan merusak apabila dijadikan tujuan.
  • kekuasaan pada dasarnya adalah alat untuk mencapai tujuan.
  • kesenangan adalah efek dari pemenuhan makna, sedangkan kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna.

Tidak ada komentar: