Rabu, 28 Juli 2010

Logoterapi Jilid VIb: Neurosis Penganggur dan Pensiunan

Masih tentang logoterapi... melanjutkan bab kemarin, yaitu tentang Sindroma Ketidakbermaknaan...
  • "krisis spiritual yang dialami oleh para penganggur dan pensiunan" -->
  • "neurosis pengangguran" --> (unemployment neuroses)
  • Ciri yang paling menonjol pada neurosis pengangguran itu bukanlah depresi melainkan apati. --> Para penganggur menjadi tak acuh dan kehilangan inisiatif. Mereka mengalami waktu kosong sebagai kekosongan batin, atau kekosongan kesadaran. Mereka merasa tak berguna karena mereka tak bekerja. Dan karena tidak memiliki pekerjaan, mereka menganggap hidup ini tak memiliki makna.
  • "keengganan pada taraf psikologis mengarahkan pada keterahambatan perkembangan"
  • "ungkapan kekosongan batin"
  • pengangguran dijadikan alibi bagi segenap kegagalan dalam hidup (tidak hanya dalam kehidupan kerja)
  • ... memberi bentuk yang bermakna kepada waktu luangnya yang melimpah serta memenuhi kesadaran, waktu dan hidupnya dengan isi... mengambil sikap afirmatif terhadap hidupnya dan jauh dari keputusasaan... mengetahui bagaimana memberi minat pada hidup dan mengjangkau makna daripadanya, bisa melihat fakta bahwa makna hidup manusia tidak sepenuhnya berasal dari kerja yang berupah, dan fakta bahwa pengangguran tidak perlu mendorong orang untuk hidup secara sia-sia... berhenti mempersamakan hidup dengan pekerjaan. -->
  • yang sesungguhnya mendorong para penganggur kepada apati dan yang pada dasarnya melandasi neurosis pengangguran adalah pandangan yang keliru bahwa bekerja adalah satu-satunya makna hidup.
  • penganggur yang memelihara moral atau semangatnya memiliki peluang yang lebih baik dalam perjuangan kompetitif (mencari pekerjaan) dibanding dengan penganggur yang apatis.
Bersambung...

Tidak ada komentar: