Selasa, 08 Desember 2009

Ditinggal Sahabat

Apa yang paling menyedihkan dalam hidup ini? Yang jelas salah satunya adalah perpisahan. Perpisahan oleh karena maut, itu yang paling sering membuat seseorang sangat bersedih. Tapi ada satu jenis kesedihan yang sangat luar biasa menyakitkan, yaitu saat kita ditinggalkan oleh sahabat, bukan karena maut yang memisahkan melainkan karena putus hubungan kasih dengan sahabat. Putus hubungan dengan kekasih atau pacar itu jauh lebih mendingan daripada putus hubungan dengan sahabat. Ada ungkapan yang mengatakan lebih baik kehilangan pacar daripada kehilangan sahabat. Ungkapan itu tepat sekali.

Aku pernah punya seorang sahabat yang sangat kukasihi dan mengasihiku, sebut saja namanya Melody (nama disamarkan). Kami sering sekali menghabiskan waktu bersama-sama. Saking seringnya kami bersama-sama, kami sudah seperti saudara kembar saja. Hubungan persahabatan kami dapat membuat orang lain menjadi iri karena sedemikian lekatnya. Tapi bagi kami sendiri, hubungan itu ada untuk memberkati diri kami dan orang lain di sekitar kami. Tapi ketika aku mulai sakit dan jatuh dalam kondisi depresi yang parah, entah mengapa sahabatku Melody mulai jarang main lagi bersamaku. Seolah-olah ada jurang yang memisahkan kami berdua. Apalagi dengan ditambah sibuknya kegiatan Melody yang mulai mengajar di salah satu lembaga bimbingan belajar, praktis aku tidak dapat lagi mengganggunya dengan SMS atau telepon-telepon iseng sekedar untuk ngobrol atau say hello. Rasanya sangat sedih. Aku sangat merasa kehilangan seorang sahabat terbaik yang pernah kumiliki.

Bagi yang mempunyai seorang atau lebih sahabat yang sudah lama tidak bertemu, ada baiknya untuk mulai kembali menghubunginya dan membangun kembali tali persahabatan. Bukankah sekarang teknologi sudah sedemikian majunya? Mumpung belum terlambat. Mari.

Tidak ada komentar: