Kamis, 03 Desember 2009

Don;t Worry, Be Happy!


Don't worry, be happy! Begitu bunyi slogan suatu produk yang sering diiklankan di media massa. Sebuah slogan yang sangat bagus dan membangkitakn semangat. Aku yang sering dilanda ketakutan, kecemasan, dan rasa pesimistik yang akut ini memang harus senantiasa mendengar kata2 penguatan seperti itu... Jangan takut, jangan kuatir, jangan bimbang... Berusukacitalah, bergembiralah, bersemangatlah, jadilah kuat... Ya, kecenderunganku untuk menyendiri dan murung terus itu memang harus dihilangkan sedikit demi sedikit, diganti dengan kebiasaan baru yang membangun... Aku perlu belajar bersukacita dengan mereka yang bersukacita, bukan hanya menangis dengan mereka yang menangis... Aku perlu belajar untuk rileks, santai, dan enjoy aja dalam menjalani hidup ini... Aku perlu mendorong diriku untuk lebih banyak bersosialisasi dengan teman2, hang out bareng2, dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka yang aku sebut sebagai teman... Kareana hidup ini terlalu indah dan berharga untuk dijalani... Jangan lagi diisi dengan kesedihan dan kemurungan... Kesendirian yang mencekam haruslah diganti dengan kebersamaan yang hangat...

Don't worry, be happy! Sekali lagi aku diingatkan untuk senantiasa besukacita dan berpengharapan dalam Tuhan... aku sangat heran dan kagum dengan teman2ku yang selalu nampak ceria dan bersemangat, seolah-olah hidup mereka tanpa beban... padahal kami sama2 menghadapi persoalan hidup yang nggak ringan, tapi sepertinya mereka selalu mempunyai stok semangat dan sukacita yang melimpah ruah... Dari mana datangnya sukacita itu ya? Hmmm... aku juga pingin bersukacita, mengusir kegalauan yang sering menyerangku tanpa ampun itu...

Don't worry be happy! Aku tidak menyesali diriku dan keberadaanku saat ini. Kalau aku selalu kelihatan kalem dan tidak seantusias teman2ku, mungkin memang itulah kelebihan (& kekurangan)ku. Aku suka menikmati segala sesuatunya dengan nggak banyak gerak atau omong. Aku lebih suka mendengar, tenang, dan menikmati suasana yang ada. Biarlah orang menganggapku sebagai anak yang pendiam dan tidak banyak omong. Yang penting hatiku tetap melekat erat pada TUHAN dan aku dapat merasakan terus damai sejahteraNya yang melampaui segala akal itu. Aku akan berusaha untuk terus bersukacita dan bersemangat meskipun dengan gayaku sendiri yang luar biasa kalem... hehe... pembenaran... pembenaran...

Don't worry be happy! Yes, aku tidak akan kuatir dan akan senantiasa bersukacita. Ini janjiku. Amin!!!!!!!

Tidak ada komentar: