Jumat, 04 Desember 2009

Surat untuk Sahabat

Sahabat...
Terima kasih untuk kehadiranmu yang mencerahkan hari-hariku. Terima kasih untuk keberadaanmu yang mengusir duka lara dan kegalauanku. Engkau adalah pemberian dan anugerah terindah yang Tuhan beri. Engkau adalah malaikat tanpa sayap yang memberkatiku dengan hal-hal berharga. Sekali lagi terima kasih, Sahabat.

Sahabat...
Entah apa jadinya kalau engkau tidak ada. Entah apa jadinya kalau engkau tidak hadir di sini. Aku sungguh beruntung dan bersyukur mengenalmu sebagai sahabatku. Tidak ada kata yang dapat melukiskan betapa aku sungguh bersyukur dan berterima kasih akan kehadiranmu.

Sahabat...
Aku selalu mengingatmu dalam doaku. Aku percaya engkau pun mendoakan aku seperti aku mendoakanmu. Banyak hal yang kita lalui bersama yang telah membentuk kita menjadi semakin dewasa dan semakin kuat. Seiring dengan itu, persahabatan kita pun semakin melekat erat. Dengan doa-doa yang kita panjatkan bersama, segala hal dapat kita lalui bersama dengan Sahabat sejati kita.

Sahabat...
Satu hal yang kuminta darimu... tetaplah menjadi sahabatku apapun yang terjadi. Jarak, ruang, dan waktu tidak dapat membuatmu menghilang dari hatiku. Perselisihan dan pertengkaran tidak dapat membuat kita berpisah. Kasih yang murni dan kudus itulah yang menyatukan kita.

Sahabat...
Sampai di sini dulu suratku... Percayalah bahwa persahabatan kita tidak akan pernah berakhir sampai kapan pun. Bahkan sampai kepada kekekalan di surga nanti kita akan tetap bersahabat. Kiranya Tuhan memberkatimu dan memberkatiku juga. Salam persahabatan...

Dari sahabatmu.

Tidak ada komentar: