Kamis, 03 Desember 2009

Sahabat yang Berdoa

Memiliki sahabat yang perhatian dan baik kepada kita, yang rela berkorban demi kita itu biasa dan wajar. Tetapi memiliki sahabat yang senantiasa berdoa bagi kesejahteraan kita itu hal yang luar biasa. Doa merupakan nafas hidup orang percaya. Dengan doa, seseorang dapat berhubungan secara langsung dengan TUHAN, pencipta alam semesta. Melalui doa, semua keluh kesah dan kebutuhan dapat disampaikan dan kita mendapatkan jawaban, penghiburan, serta penguatan dari TUHAN. Doa yang benar bukanlah doa satu arah melainkan seperti percakapan dua arah. Kita berbicara, TUHAN mendengar. TUHAN berbicara, kita mendengar. TUHAN mendengar, kita pun mendengar. Dalam doa, kita dapat menyampaikan segala macam isi hati yang ada. Kita pun dapat bersyafaat untuk berbagai macam kebutuhan. Secara khusus, kita dapat mendoakan orang-orang yang kita kasihi termasuk sahabat kita. Dengan menyediakan waktu untuk mendoakan sahabat kita secara khusus, kita telah memperkuat ikatan batin antara kita dengan sahabat kita tersebut. Kita menyukakan hati TUHAN juga saat kita berdoa bagi kebutuhan dan keselamatan sahabat kita. Dalam doa, kita dapat meminta TUHAN untuk melindungi dan memberkati sahabat kita sesuai dengan kebutuhannya yang spesifik.

Aku pernah mendoakan sahabatku dengan cara yang sangat sederhana. Aku tuliskan doa itu ke dalam buku harianku. Isi doanya hanya meminta kepada TUHAN supaya TUHAN memberkati sahabatku dan khususnya hubungannya dengan kekasihnya waktu itu. Kata-katanya cukup sederhana dan tidak terlalu spektakuler. Tapi yang membuatku heran adalah sahabatku ternyata sangat terberkati dengan doa sederhana itu. Suatu ketika aku mengizinkannya untuk membaca-baca buku harianku dan dia pun menemukan doa yang aku tulis khusus untuknya itu. Sahabatku itu adalah seorang pendoa syafaat yang terbiasa mendoakan orang lain dengan luar biasa. Aku pikir, doaku itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan doa yang biasa sahabatku lakukan. Tapi ternyata, sahabatku sangat berterima kasih dengan doa yang kutulis itu. Ia merasa sangat terberkati dan dikuatkan.

Dari sini aku menarik kesimpulan, bahwa sesederhana apa pun doa yang kita naikkan bagi sahabat kita, doa itu tetap berkuasa. Yang terpenting adalah saat kita berdoa, kita selalu mengenakan kasih TUHAN sebagai pendorongnya. Karena tanpa kasih, doa-doa sedahsyat apa pun tidak akan ada gunanya. Sudahkah kita berdoa untuk sahabat kita hari ini?

Tidak ada komentar: