Senin, 09 Februari 2009

Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima

Karena masih semangat akibat brainwashnya Pak Mub tadi siang, aku usahain untuk nulis tulisan bebas ini...

  • Selama ini Pedagang Kaki Lima (PKL) lebih sering dipandang sebagai sumber masalah.
  • Pendekatan pemerintah untuk mengatasi "masalah" tersebut dirasakan sangat merugikan bagi masyarakat PKL.
  • Masyarakat PKL jarang dilibatkan secara aktif untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
  • Potensi masyarakat PKL selain menjual makanan jarang digali sehingga kreativitas masyarakat PKL menjadi kurang terasah.
  • Apabila ada potensi masyarakat PKL yang sudah digali dan diasah sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, maka masyarakat PKL tidak lagi dipandang sebagai sumber masalah belaka. Sebaliknya, mereka dipandang sebagai pemberi solusi untuk membantu meringankan beban pemerintah.
  • Pengelolaan sampah hanya merupakan salah satu potensi yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat PKL.
  • Apabila masyarakat PKL telah mendapat pencerahan tentang keuntungan yang didapatkan dari hasil pengelolaan sampah, maka mereka akan dengan sukarela memberdayakan diri mereka sendiri untuk mengelola sampah secara terpadu.
  • Peran pemerintah atau pihak luar seperti pihak kampus universitas yang berkepentingan, hanya sebagai fasilitator saja dalam pemberdayaan masyarakat PKL khususnya dalam hal swakelola sampah.
  • Masyarakat PKL bukan lagi sebagai objek penderita yang harus tunduk pada kebijakan yang tidak mereka pahami esensinya, melainkan sebagai pihak yang aktif memecahkan sendiri masalah yang mereka hadapi.

Kesimpulan:

Masyarakat PKL bukanlah sumber masalah yang harus disikapi secara represif melainkan merupakan agen perubahan yang berdaya guna.

Rekomendasi:

Berhenti memandang masyarakat PKL sebagai objek penderita yang harus dibenahi dari luar. Mulai menjalin hubungan komunikasi yang efektif dengan azas persamaan derajat untuk membantu masyarakat PKL dengan cara memfasilitasi proses perubahan dari dalam.

Tidak ada komentar: