Sabtu, 07 Februari 2009

Pengalaman Ngasih Ikan, Belum Berupa Kail



Hari ini aku lagi2 ketemu sama hal yang di luar kebiasaan. Setelah dua hari yang lalu aku bikin anak kecil di pinggir jalan ketawa, siang ini aku mendapat kesempatan untuk menolong seorang ibu, aku lupa namanya, yang ingin membawa anaknya berobat ke RS Sardjito. Ceritanya gini... waktu aku lagi jalan ke rumah sakit utk numpuk rapor ke mbak Niken di THT, di pinggir jalan, aku liat ada seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil sedang makan nasi... Tiba2 si ibu memanggilku utk meminta sedikit uang... katanya utk biaya anaknya yang harus dirontgen dan utk pengobatan karena anaknya terkena flek... Entah apa yang menggerakkanku, atau tepatnya, Siapa yang menggerakkanku, aku berhenti berjalan kemudian berbalik mendekati si ibu tadi... Aku duduk di samping si ibu dan mengajak si ibu ngobrol... tanpa basa basi si ibu meminta sejumlah uang untuk biaya pengobatan anaknya... aku sih ada uang segitu, maka dengan sedikit basa-basi nanya latar belakang si ibu, aku keluarkan uang dari dompet... Ternyata ibu itu asli Klaten, ke Jogja naik bus... suaminya sudah meninggal waktu gempa tahun 2006 kemarin... anaknya ada 4 orang, 2 yang pertama dititipkan ke yayasan dan 2 yang terakhir yang dibawanya ke Jogja ini... Anak tertuanya sudah sekolah sma, anak keduanya juga sekolah... si ibu bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya sehari gak cukup untuk biaya makan (katanya sih). Pokoknya kasihan banget deh nasib si ibu... Herannya, aku gak gitu ngerasa terenyuh... aku cuma memikirkan jalan keluar apa yang sebaiknya diambil supaya si ibu dan keluarganya ini bisa bebas dari jerat kemiskinan... Untuk saat ini aku baru bisa kasih ikan, tapi utk lain kali, aku akan kasih kail...


Mungkin masalah pengelolaan sampah yang sedang aku garap ini bisa menjadi salah satu solusi berupa kail yang cocok bagi si ibu tadi... kalau saja si ibu tadi bisa melihat peluang dari mengelola sampah dalam skala rumah tangga aja, dia bisa menghasilkan uang yang jauh lebih banyak daripada sekedar menjadi buruh cuci... Yah, kita lihat saja nanti... mungkin kapan2 si ibu ini akan menghubungi aku lagi kalo ikannya dah habis dimakan... hehe...


God, help me please to help others... amin...

Tidak ada komentar: