Selasa, 17 Februari 2009

Mengakui Dosa

Seperti memelihara ular di bawah tempat tidur, begitulah dengan seseorang yang memelihara dosa lamanya yang menjijikkan. Dari permukaan tampaknya baik-baik saja, tetapi jauh di kedalaman hatinya terdapat suatu kejijikan yang mengerikan. Jika masih terus dipelihara dengan atau tanpa persetujuan hati nuraninya, maka dosa itu akan semakin menjerat dan dapat mematikan diri sendiri maupun orang lain. Ular beracun akan memagut siapa saja yang berada di dekatnya.

Syukur kepada Allah yang telah menyediakan jalan keluarnya. Yang pertama adalah dengan mengakuinya secara jujur dan terbuka di hadapanAllah. Kemudian, kedua, mengakui pula di depan seorang saudara seiman yang bisa dipercaya untuk kemudian didoakan, pelepasan kalau bisa. Dengan demikian, dosa tidak lagi berkuasa atas hidup seseorang dan Iblis tidak akan bisa mengambil keuntungan.

Adakah di antara kita yang mempunyai dosa yang tersembunyi dan menjijikkan? Segeralah keluarkan dan serahkan semuanya di hadapan Allah. Jangan terlalu lama disimpan sendiri. Sebab dosa itu adalah kecemaran yang membuat hidup kita tidak kudus. Tanpa kekudusan, kita tidak dapat "melihat" TUHAN. Doa-doa kita akan terhalang. Celakalah kita kalau kita terpisah dari Allah akibat dari dosa kita yang masih belum diakui.

Untuk yang mempunyai dosa tersembunyi yang masih belum diakui, mari kita sama-sama berdoa demikian:

Ya TUHAN, ampuni kami atas dosa kami yang menjijikkan di hadapanMu... Kami mengakui bahwa perbuatan kami, (Sebutkan)_______, adalah dosa yang layak dihukum. Oleh karena itu, kami mohon ampuni kami dan sucikan kami dengan darahMu, Yesus. Tahirkan kami dan lepaskan kami dari belenggu dose tersebut. Demi nama TUhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Tidak ada komentar: