Senin, 09 Februari 2009

Roh Kudus

Kembali aku tidak tahu apa yang hendak kutulis di sini. Tapi aku akan tetap mencoba menuliskan sesuatu sampai aku mendapatkan ide atau inspirasi dari Roh Kudus. Sebab aku sedang belajar untuk mendengar suara bisikanNya yang lembut itu. Aku sedang belajar untuk dengar perkataanNya yang tidak kurang dan tidak lebih.

Seperti apakah suara Roh Kudus, Rohnya TUHAN sendiri, itu? Beberapa waktu yang lalu aku diizinkan untuk mengalami dan merasakan bagaimana mendengar suaraNya dalam hatiku. Suaranya ternyata begitu tenang, lembut, dan tegas, tepat pada waktuNya dan tepat sasaran, tidak kurang tidak lebih. Suaranya lebih seperti dorongan yang halus tapi kuat dalam hatiku untuk melakukan sesuatu yang harus kulakukan saat itu juga. SuaraNya mampu menggerakkanku untuk melakukan sesutu di luar kebiasaan.

Selama ini Roh Kudus telah setia memimpin dan membimbingku dalam segala hal, terutama dalam berdoa. Aku sebenarnya tidak tahu bagaimana sebenarnya berdoa itu. Tetapi Roh Kudus yang paling mengerti isi hati Bapa, Dialah yang mengajari aku berdoa dan menolongku menyampaikan keluhan-keluhan yang sulit untuk diucapkan. Betapa ajaibnya pengetahuan tersebut, membuatku tidak takut atau ragu-ragu untuk berdoa lebih dalam lagi. Roh Kudus adalah Pribadi TUHAN sendiri, yang memimpin aku ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus tidak pernah menyesatkan.

Untuk senantiasa dapat peka terhadap suara Roh Kudus, aku perlu menjaga hati dan hidupku tetap kudus. Sebab, tanpa kekudusan, aku tidak dapat "melihat" TUHAN. Jadi, setiap kali aku kesulitan untuk "melihat" TUHAN, aku perlu menyelidiki hatiku... Apakah ada dosa yang tidak kusadari yang telah kulakukan? Aku pun meminta Roh Kudus untuk menunjukkan dosa-dosaku. Jika Roh Kudus yang menunjukkan, maka aku tidak merasa tertuduh karena Roh Kudus tidak pernah menuduhku. Sebaliknya, Roh Kudus akan menginsafkanku dari segala dosaku.

Bagaimana? Maukah kita menerima Roh Kudus?

Tidak ada komentar: