Kamis, 05 Februari 2009

Berbagi Sukacita Ala Putuk dengan Anak Jalanan

Hari ini aku habis membuat dua orang anak kecil tertawa bahagia... ceritanya begini... sewaktu di jalan naik mobil sepulang dari kampus, tepatnya di lampu merah perempatan Mirota Kampus, aku melihat ada dua anak kecil mendekati mobilku. Dari penampilan mereka sudah jelas terlihat bahwa mereka adalah anak2 jalanan yang biasa mengemis di situ. Karena sudah berprinsip untuk tidak akan pernah memberikan anak2 jalanan uang receh, untuk mendidik mereka, aku tentu saja tidak terlalu menggubris mereka. Tapi entah kenapa hari ini aku melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan. Aku memberikan sesuatu yang sangat berharga buat mereka. Bukan berupa uang yang bisa habis sewaktu-waktu. Bukan pula makanan atau minuman yang pasti akan langsung habis tanpa sisa saat itu juga. Melainkan, kebahagiaan... Ya, kebahagiaan... meskipun cuma sedikit...

Bagaimana caranya aku memberikan kebahagiaan pada anak2 itu? Sederhana saja... aku kan setiap hari kalo naik mobil selalu bawa boneka beruang lucuku yang bernama Empuk Getuk a.k.a. si Putuk (fotonya ada di profileku). Nah, entah inspirasi dari mana, dari Roh Kudus mungkin, aku berinisiatif untuk menghibur anak2 itu dengan menampilkan si Putuk di kaca jendela. Putuk yang biasanya kusembunyikan rapat2 dari orang luar karena aku malu, masa sudah besar masih main boneka, kali ini aku keluarkan dari tempat persembunyiannya. Jadilah si Putuk menyambut anak2 kecil yang berniat mengemis itu. Walhasil, anak2 itu kaget dan langsung tertawa dengan manisnya. Manis sekali tawa mereka meskipun gigi mereka hitam2 karena kurang terawat dengan baik. Mereka pun lari2 menjauh sambil tertawa-tawa, kemudian mendekat lagi, tertawa lagi saat melihat si Putuk yang aku goyang2kan kepalanya ke arah mereka, menjauh lagi, mendekat lagi, tertawa lagi... begitu terus sampai lampu menyala hijau... dan aku pikir, mereka pun sampai lupa menunaikan tugas wajib mereka meminta-minta... hehe...

Aku pikir, aku telah berbuat suatu kebaikan... kecil memang, tapi sepertinya bakalan dicatat oleh Tuhan dengan tinta emas di buku kehidupan... dan aku pikir lagi, mungkin ini salah satu solusi sementara untuk menolong anak2 yang dieksploitasi oleh keadaan yang memaksa mereka untuk bekerja... anak2 kan selain butuh makan minum juga butuh yang namanya bermain... kenapa kita tidak memberikan kepada mereka mainan2 sederhana saja, nggak perlu yg mahal2, atau cukup memberikan mereka hati yang penuh sukacita sehingga mereka pun bersukacita seperti layaknya anak yang sedang bermain... contohnya ya dengan membuat mereka ketawa melalui jasa si Putuk tadi itu... hehe... gimana? Seru kan? Lumayan membantu kan? Lagian yang namanya sukacita itu kan tidak dapat dibeli dengan uang... dan kalu kita memberikan sukacita, kita pun akan ikut bersukacita, dan Tuhan juga sudah pasti bersukacita karenanya... dapat pahala kan? Hehe... Cuma sekedar usul sih...

Ah, lain kali kalo aku terjebak lampu merah, dan di sana ada anak2 jalanan, aku akan kasih sukacita lagi ah... akan aku karyakan terus tuh si Putuk... hehe... thank you God, You Are so good to me today...

Tidak ada komentar: