Selasa, 17 November 2009

Sekelumit tentang Mbah Kasmolo dan Keluarganya


Kakekku, Mbah Kasmolo adalah orang yang hebat. Hebat bagaimana? Yah, selain sebagai seorang dokter bedah yang mumpuni waktu itu, beliau juga seorang hamba Tuhan yang sangat cinta Tuhan. Terbukti dari kesaksian2 yang aku dengar melalui cerita2 ibuku dan para pakde, bude, om dan tante (anak2nya mbah Kasmolo). Salah satu yang bikin aku kagum adalah kecintaan beliau akan firman Tuhan. Ada tradisi keluarga yang patut dipelihara dan dilestarikan. Tradisi itu adalah tradisi makan bareng. Keluarga mbah Kasmolo yang anggotanya sangat banyak itu (8 orang anak masih ditambah keluarga yang lain) selalu makan bersama-sama di meja makan. Tidak ada satu pun yang boleh ketinggalan. Unik dan menariknya, sebelum makan, selalu ada kebiasaan untuk membaca Alkitab satu pasal setiap kali, dibaca bergantian. Jadi, bukan hanya kenyang secara jasmani melainkan juga kenyang secara rohani. Dan saat makan pun, tidak berlangsung secara sunyi sepi. Ada banyak senda gurau dan canda tawa. Di situlah waktunya untuk berbagi cerita kepada seluruh keluarga, kata ibuku. Sayang, kebiasaan baik itu tidak diteruskan lagi di keluargaku yang sekarang (bapak, ibu, aku dan Yoyo). Kami jarang makan bareng, nggak pernah baca alkitab atau doa bareng2. Seandainya mbah Kasmolo masih hidup di dunia ini, mungkin beliau bakal nyentil kami2 yang kurang hangat dan akrab dalam hubungan keluarga. Ah, aku pingin sekali merasakan gimana suasana keluarga seperti saam Mbah Kasmolo masih hidup di dunia ini. Bukan hal yang mustahil, kan? Hehe...

Tidak ada komentar: