Kamis, 12 November 2009

Ilmu Sosial VS Ilmu Pasti... Sekedar Curhat...


Waktu aku sekolah sampai sekarang ini, aku mendapati bahwa ada pembedaan perlakuan antara ilmu pasti dan ilmu sosial... Semacam ada anggapan umum yang mengatakan ilmu pasti (seperti IPA, Matematika, dkk) itu lebih keren dan bergengsi daripada ilmu sosial (seperti sejarah, ekonomi, antropologi, sosiologi, dkk). Bahkan sampai sekarang pun masih ada orang tua yang mendorong (kata lain dari memaksa) anak2nya untuk memilih masuk jurusan ilmu pasti ketika masih duduk di sekolah menengah dengan asumsi bahwa anak2 yang duduk di kelas ilmu pasti (kelas IPA) itu lebih pintar daripada anak2 yang duduk di kelas ilmu sosial (kelas IPS). Benarkah demikian? Benarkah ilmu pasti itu lebih superior daripada ilmu sosial? Dan benarkah anak2 yang duduk di kelas ilmu pasti itu lebih pintar daripada yang duduk di kelas ilmu sosial?

Padahal, kalau dikaji secara seksama (wuih, bahasane... ^^), kita bisa melihat bahwa orang2 yang mempelajari ilmu pasti (para teknokrat) itu kebanyakan malah hanya jadi bawahan dari orang2 yang mempelajari ilmu sosial. Biasanya, ini menurut pandanganku sendiri sih yang masih belum terbukti kebenarannya (masih bisa diperdebatkan), orang2 yang belajar ilmu pasti itu ke depannya 'hanya' akan menjadi tenaga kerja bagi orang2 yang belajar ilmu sosial. Mau contoh? Misalnya, seorang dokter akan bekerja di rumah sakit... maka dia akan jadi bawahan dari direktur rumah sakit yang belum tentu juga adalah seorang dokter, atau kalau toh dia dokter, pasti pernah belajar ilmu manajemen rumah sakit yang notabene bukanlah termasuk di dalam ilmu pasti/IPA. Contoh lain, mmm... apa ya? Hehe... kurang baca2 nih, jadi kurang bisa ngasih contoh yang lain... Tapi pasti ada yang menyanggah, lha itu dulu dokter2 zaman Budi Utomo itu nyatanya bisa jadi pemimpin juga? Hmmm... Berdasarkan yang aku baca dan aku khayalkan, dokter2 zaman dulu itu nggak cuma belajar dicekoki ilmu kedokteran saja, tapi mereka secara autodidak pasti belajar ilmu2 sosial on the spot... Yang jelas, ilmu kepemimpinan itu nggak pernah diajarkan di pendidikan formal (di Indonesia), tapi melalui pendidikan nonformal dan informal...

Ilmu sosial yang kadang dianaktirikan di sekolah2 unggulan di Yogyakarta itu sebenarnya sangat menarik lho... kenapa dulu aku nggak masuk kelas IPS ya? Padahal, nilai2ku itu sebenarnya seimbang antara IPA dan IPS... jadi bisa milih sesuka hati... lalu kenapa aku milih IPA ya? Yah, ini akibat dari sistem pendidikan yang masih belum sempurna (baca: salah). Seandainya aku dulu milih kelas IPS, mungkin aku akan menikmati bermain analisa dengan teori2 sosial... Mungkin aku akan belajar membuat banyak tulisan esay yang oke punya, bukan hanya sekedar nulis2 curahan hati yang nggladrah ke sana ke mari... Mungkin aku akan jauh lebih cerdas secara emosi karena hati nuraniku dapat terasah lebih tajam dan akurat dalam memandang realita sosial yang ada... Hoho... menyesal? Tidak... aku cukup bersyukur dengan pilihanku karena setidaknya aku sekarang beroleh kesadaran bahwa ilmu sosial itu ternyata menarik juga... ^^

Buat teman2ku dan adik2ku, serta kakak2ku yang berkecimpung dalam dunia ilmu sosial, jangan berkecil hati ya kalo mendengar omongan miring dari orang2 yang nggak tahu... they just don't know... aku salut pada kalian yang sejak dini sudah menentukan pilihan untuk terjun di bidang sosial, melawan arus yang ada... Salut, banget... Aku perlu belajar untuk tidak bersikap pengecut tetapi berani menentukan sikap, nggak terlalu memusingkan apa kata orang...

OK deh... maju terus Indonesia... !!! ^^

Tidak ada komentar: