Selasa, 24 November 2009

Saat Cinta Datang Menyapa


Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis. (Amsal 30:18-19)

Sama, aku juga tidak mengerti akan jalan kasih eros antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Cinta asmara yang tidak mengenal usia, kedudukan, pangkat, status sosial, dan berbagai atribut kemanusiaan. Siapa sebenarnya yang menggerakkan seseorang sehingga ia dapat mencintai orang lain yang bukan saudara, bukan keluarga, bukan siapa2nya sedemikian rupa? Misteri yang sampai sekarang masih belum terpecahkan olehku...

Bagaimana jika cinta tiba2 datang menyapa? Haruskah ia dilawan, ditahan, ditangkal, ditengking, disangkal, atau sebaliknya, biarkan saja mengalir? Apa yang harus kita katakan dan sampaikan kepada Tuhan dalam doa apabila kita sedang terserang "sindrom jatuh cinta"?

Pertanyaan2 yang masih belum bisa kujawab dengan tepat... ke manakah aku bisa mendapat jawabannya? Hmmm... meskipun demikian, aku mau tetap bersyukur dan berserah sama Tuhan jika seandainya sekali lagi kejatuhan cinta atau menjatuhi cinta seseorang... karena itulah saat yang tepat untuk mendoakan seseorang secara sungguh2... Betul? ^^

4 komentar:

capasitor mengatakan...

wah sudah mulai berdoa lagi nih..
sapa ya.. yang didoakan..?
yang didoakan merasakan gak ya..? (semisal keduten ha2)

mimi imut mengatakan...

hihi... hayo, siapa lek?

Ik@ MM mengatakan...

weh..... sindrom jatuh cinta hai.. ahi.. ahai.....

mimi imut mengatakan...

@Ika: iya neh... hati2 kalo anda mengalami sindrom ini... segera periksakan ke dokter sebelum terlambat... hehe...