Kamis, 12 November 2009

Buku Tentang Ratu Adil... Keren!!!


Sekarang aku lagi baca buku yang kata orang "berat" karangan Bambang Noorsena berjudul "Menyongsong Sang Ratu Adil: Perjumpaan Iman Kristen dan Kejawen". Sudah lama sebenarnya aku pingin beli dan baca nih buku tapi baru kesampaian minggu ini. Semacam ada panggilan gaib (hihi) yang menarik-narik perhatianku untuk memilih buku ini sebagai bacaan "ringan". Bukunya sendiri ukuran standar, 357 halaman, kertas HVS putih, sampul depan bergambarkan sosok wayang (Kresna mungkin) dan gunungan yang dilatarbelakangi semburat warna lembayung bergradasi merah dan oranye. Cukup atraktif dan menarik. Nggak terlalu menyolok mata. Buku terbitan Andi ini layak untuk jadi koleksi. Hehe... lho, kok belum2 sudah promosi? ^^

Mengapa aku beli buku ini? Tema Ratu Adil sudah sejak lama menarik perhatianku. Istilah Ratu Adil sendiri pertama kali aku kenal waktu pelajaran sejarah di SD yang menyebutkan adanya pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil). Selidik punya selidik, akhirnya aku pun mulai tahu, mengerti, dan sedikit memahami perihal Ratu Adil. Ratu Adil tidak lain dan tidak bukan adalah sosok pemimpin (raja=ratu) yang dinanti-nantikan oleh orang Jawa. Saat kedatangannya, kondisi dunia atau negeri akan dipimpin dalam keadilan dan kemakmuran. Sosok ratu Adil sendiri tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya. Manusia2 yang bermunculan sebagai figur pemimpin dewasa ini sepertinya tidak ada yang layak untuk dijuluki Ratu Adil mengingat keadilan dan kemakmuran masih belum juga terwujud secara nyata di bumi Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Lalu siapakah Ratu Adil ini dan kapankah beliau akan datang?

Di buku inilah pertanyaan2 tersebut dijawab dengan jawaban yang panjang lebar namun tidak nggladrah. Dengan adanya sumber2 tertulis yang merupakan referensi budaya, penulis meramu pengetahuannya yang dalam mengenai kebudayaan dan agama secara canggih dan luar biasa menarik. Meskipun tampak seperti pluralisme dan sinkretisme agama, penulis dengan tegas menyatakan bahwa Sang Ratu Adil tidak lain dan tidak bukan adalah Kanjeng Gusti Yesus Kristus sendiri, Sang Mesias. Bagaimana penjelasannya sehingga bisa ditarik kesimpulan yang demikian? Silakan saja baca sendiri karena saya tidak mampu melukiskan dengan kata2 ketajaman dan keindahan pemaparan penulis.

Berikut ini jiplakan tulisan di sampul belakang untuk menumbuhkan minat dan gairah anda supaya mau membaca juga buku yang bagus ini... ^^

Menyoal Ratu Adil di tengah2 situasi bangsa dan negara sekarang, sudah barang tentu sangat menarik. Akan tetapi, buku ini tidak hanya menyoal sosok Ratu Adil politis (this worldly orientation), tetapi lebih pada Mesiah eskatologis dunia yang akan datang (other worldly orientation).
Menariknya, dalam perspektif Jawa, semua agama dan tradisi spiritual bertemu. Akhirnya, kita diajak untuk turut mengunjungi kios demi kios "pasar malam agama" (meminjam istilah Anthony de Mello, SJ) di depan "rumah joglo" spiritualitas Jawa.
Tarik menarik pengaruh agama2 dengan Kejawen dalam rentangan sejarahnya yang panjang, juga tak kalah menariknya. Dari pustaka Kalimahosada menjadi Kalimah Syahadat, personifikasi Portugis-Kristen dengan sosok Dewa Srani, dongen Ranggawarsita mengenai "masuk Kristen"nya Ajisaka, sang pencipta "Hanacaraka" hingga pertemuan para kiai Jawa dengan Yesus dan iman Kristen.


Dan untuk lebih merangsang anda2 sekalian, saya tuliskan di sini daftar isi buku tersebut...

DAFTAR ISI

  1. Dari Fajar Menuju Rembang Siang: Sebuah Refleksi Teologis
  2. Mengungkap Pergumulan Spiritualitas Jawa
  3. Seraut Wajah Yesus: Hidup dan Interpretasinya dalam Kepustakaan Jawa
  4. Dewa Srani, Agama Serani, dan Setan Nasrani
  5. Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu dan Pohon Pengetahuan yang Baik dan yang Jahat
  6. Belajar dari Perjumpaan Islam dan Kejawen
  7. Di Balik Mitos Batara Kala: Kesadaran Dosa Semesta dan Kerinduan Penebusan
  8. Syekh Siti Jenar, Suluk Pesisiran, dan Tasawuf Kristen Timur
  9. The History of God: Dari Israel, Athena hingga Tanah Jawa
  10. The Fall of Ratuning Dhemit: Kejatuhan Setan dan Babad Pawartos Rahayu di Jawa
  11. 'Isa Al-Masih di Mata Santri Jawa: Selayang Pandang Mengenai Kitab Kuning
  12. Seandainya Darmogandhul Bertemu Yesus: Sisi Lain dari Harapan Mesianis Jawa
Bagaimana? Sudah terangsang? hehe... selamat mencari, membeli, membaca, dan memahami ya... God bless!!!

2 komentar:

Hani P mengatakan...

Salam kenal. Yesus Kristus memang Ratu Adil. Baik Perjanjian Lama maupun Baru menguatkan hal itu. Dalam PL disebut Tunas Daud Yang Adil atau Tuhan Keadilan kita (Yer 23:1-6) dalam Kitab Wahyu disebut-sebut kedatangan-Nya dengan nama baru-Nya (Why 3:12).

Mengenai "padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku" (Why 3:12) coba perhatikan huruf-huruf berikut: baik
J,A,W,A atau J,A,W,I kalau ditulis dengan aksara hanacaraka akan tertulis atau terbaca sbg JHWH tetragramaton Yahudi yang berkaitan dengan nama Tuhan Allah. Secara harafiah arti "orang Jawa" adl orang JHWH atau umat Tuhan (tetapi mohon hal ini tidak dirancukan dengan aliran Saksi Jehowah di mana saya tidak mempercayai aliran tsb).

Kalau ada waktu baca kisah dan pergulatan mempelai Kristus (satrio piningit) di http://satriopiningitasli.com

mimi imut mengatakan...

terima kasih buat komentar dan tanggapannya, Hani P... wew, ada juga ya otak atik gatuknya... kiranya Tuhan Yesus memberkati... amin...