Rabu, 21 Mei 2014

dr Tedjo, Sang Guru Teladan

Suara yang membahana memenuhi ruangan tempat kami para dokter biasa berkumpul untuk istirahat dan ngobrol. Suara itu berasal dari seorang dokter senior bertubuh besar. Usia yang senior tidak membuatnya lambat berpikir atau berinteraksi. Sebaliknya, berbagai pengalaman hidup yang luar biasa selalu dibagikannya dengan murah meriah. Itulah dr. Tedjo. Beliau suka sekali berbincang-bincang dengan siapa pun, terutama sesama rekan dokter dan saudara seiman. Topik pembicaraannya bermacam-macam. Dari urusan klinis medis, politik, bahkan sampai klenik spiritual. Maklum, dulu beliau menggeluti mistik kejawen sebelum akhirnya hidup dalam Kristus. Semenjak hidup baru, beliau selalu rindu untuk berbagi cerita tentang Kristus dan Roh Kudus. Tidak jarang, beliau mengajak atau diajak diskusi (bahkan sampai debat yang selalu dimenangkan oleh dr. Tedjo) oleh rekan-rekan dokter yang berlainan iman kepercayaan.
                Di ruangan yang akrab disebut sebagai “coffe break” inilah aku sering menjumpai dr. Tedjo asyik berbincang-bincang dengan sesama rekan sejawat, yaitu para dokter yang bekerja di rumah sakit ladang anggur TUHAN di Yogyakarta. Perbincangan demi perbincangan selalu asyik untuk kudengarkan karena dapat memperluas wawasanku dalam berbagai bidang. Dalam bidang medis, beliau sudah tidak perlu diragukan lagi memang adalah ahlinya ilmu penyakit THT dan alergi imunologi. Aku banyak belajar tentang konsep-konsep, teori-teori, dan berbagai hal yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh dalam skala molekuler hanya dengan mendengarkan pemaparan dr. Tedjo yang sederhana. Memang, semakin ahli atau cerdas seseorang, semakin sederhana pulalah ia dalam memaparkan sesuatu yang rumit. Ada yang mengatakan bahwa orang jenius adalah orang yang dapat membuat hal rumit menjadi sederhana. Dan itu memang terbukti.
                Selain bidang medis klinis maupun preklinis, aku banyak belajar pula tentang dunia sosial politik di Indonesia, juga hanya dengan mendengarkan percakapan dr. Tedjo dengan dokter-dokter senior lainnya. Dr. Tedjo tekun mengikuti perkembangan yang terjadi di Indonesia melalui berbagai media massa seperti televisi dan surat kabar. Beliau gemar sekali berbagi cerita dan opini kepada siapapun yang ditemuinya perihal semua hal yang diketahuinya. Karena pembawaan beliau yang lugas, tanpa dibuat-buat, dan penuh keyakinan, maka banyak orang yang tertarik untuk ikut ambil bagian dalam setiap perbincangan dengan dr. Tedjo itu. Selain dari media massa pada umumnya, seringkali informasi-informasi tentang sosial politik diperoleh dr. Tedjo melalui sumber-sumber yang layak dipercaya secara langsung maupun tidak langsung. Maklum, dr. Tedjo bukan orang sembarangan. Beliau adalah cucu dari pangeran Tedjokusumo, keturunan dari HB VII, dengan kata lain adalah bangsawan. Koneksi atau jaringan pertemanan dr. Tedjo sangatlah luas, sehingga tidak heran jika beliau banyak memperoleh informasi penting yang tidak banyak orang mengetahuinya. Ditambah dengan wawasan yang lahir dari olah pikir dan olah rasa, setiap perbincangan dr.Tedjo dalam hal sosial politik selalu penuh dengan hal-hal yang berisi dan bermakna.
                Dan bidang yang satu ini, yaitu bidang rohani spiritual, adalah bidang favoritku dalam mendengarkan perbincangan dr. Tedjo. Latar belakang kehidupan rohani dr. Tedjo yang mantan penganut Kejawen itu membuat beliau sangat kaya akan penghayatan dan pemahaman iman. aku banyak belajar dari beliau. Aku belajar bagaimana mengekspresikan iman dan pengharapan dengan kasih yang tulus melalui perkataan dan perbuatan sehari-hari, khususnya di lingkungan rumah sakit. Aku belajar untuk tidak takut mengungkapkan iman, pengetahuan rohani, dan pendapat yang dapat membangun sesama yang mendengarkan. Aku belajar untuk menyampaikan semua itu dengan hati yang murni, tulus, dan jujur tanpa takut akan reaksi orang lain. Yang terutama dari setiap pesan yang tersurat dan tersirat dari dr. Tedjo adalah Roh Kudus dan peran-Nya dalam kehidupan kita pada masa sekarang. Dengan pengalaman dan pengetahuannya, dr. Tedjo selalu mengemukakan hal ini berdasarkan firman TUHAN dan pengalaman hidupnya. Sebagai pendengar, aku selalu terkesan dengan kejelasan dan kesederhanaan dr. Tedjo dalam menjelaskan tentang perihal Roh Kudus, yang untuk beberapa kalangan adalah perihal yang tidak mudah untuk dijelaskan. Untuk hal ini, aku sangat salut, hormat, dan bertekad meneladani semangat dr. Tedjo.
                Sungguh luar biasa bagaimana TUHAN menempatkan orang-orang tertentu yang membantuku dalam belajar, berakar, bertumbuh, dan berbuah. Salah satu orang itu adalah dr. Tedjo. Aku menganggap beliau sebagai guru yang sangat kuhormati dan patut kuteladani. Sebagai balas budi dan jasa, aku pun mendoakan supaya keluarga beliau dapat pula beroleh pengenalan dan pengalaman hidup bersama TUHAN yang sama-sama disembah olehku dan dr. Tedjo dan semua orang percaya lainnya. Haleluya!


(Ladang anggur TUHAN di Yogyakarta, Sabtu, 13 April 2013)

Tidak ada komentar: