Rabu, 21 Mei 2014

Si Putri Kerajaan Surga

Asa atau harapan. Nama panggilan putri kami yang Tuhan anugerahakan dan percayakan ini sungguh penuh makna. Lengkapnya adalah Hadasa Mazeltov Puji Pangastuti. Asa diambil dari kata Hadasa. Hadasa aku ambil dari Alkitab, nama asli dari Ester, sang gadis Yahudi yang menjadi ratu Persia yang berjasa menyelamatkan bangsanya dari ancaman genosida pada masa pemerintahan raja Ahasyweros atau Xerxes. Mazeltov aku dapatkan dari usul seorang saudara sepupuku yang mengatakan bahwa artinya adalah ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa Ibrani modern. Nama Puji adalah nama yang dipakai oleh keluarga besar dari pihak ibuku untuk memberi nama anak perempuan. Untuk anak laki-laki diberi nama Pudyo. Sedangkan Pangastuti aku ambil dari peribahasa Jawa “suradira jayaningrat lebur dening pangastuti” yang artinya sikap sombong dan mengagung-agungkan diri dikalahkan oleh sikap rendah hati dan manembah. Karena nama adalah doa, maka berarti nama putri kami adalah doa dan harapan kami bagi putri kami. Berdasarkan keterangan di atas, kami berharap agar Asa dapat seberani Ester, selalu berhasil, suka memuji Tuhan, dan senantiasa rendah hati. Selain itu, Asa semoga dapat menjadi jawaban atas doa dan harapan umat manusia.
                Asa adalah anak mukjizat. Ya, mukjizat! Bagaimana tidak? Ketika masih berusia enam minggu dalam kandungan, aku terancam mengalami keguguran. Waktu itu aku mengalami flek-flek. Kemungkinan karena kecapekan dan pengaruh infeksi TORCH. Aku harus minum obat antibiotika rutin sampai Asa lahir untuk meminimalkan efek infeksi tersebut. Memasuki usia lima bulan, air ketuban Asa merembes sedikit-sedikit. Aku harus istirahat total. Berkali-kali dokter yang memeriksa mengatakan apabila anak ini lahir normal dan sempurna, maka itu adalah mukjizat. Dan benarlah! Hari Senin pagi tanggal 9 Juli 2012, lahirlah bayi perempuan yang cantik dan sempurna bernama panggilan Asa. Mukjizat sungguh-sungguh terjadi!
                Kelahiran Asa menjadi sukacita tersendiri dalam keluargaku. Segala tingkah polahnya membuat hati siapa saja yang melihatnya bersukacita. Sejak lahir, Asa terkenal sebagai bayi yang sumeh (Jawa: ramah). Selalu menebar senyum dan tawa kepada setiap orang yang ditemuinya. Aku pikir hal ini wajar dan normal-normal saja. Ternyata, tidak demikian. Asa memiliki kadar keramahan di atas rata-rata. Meskipun semakin hari semakin berkurang kadarnya, keramahan Asa sudah menjadi ciri tersendiri yang melekat padanya. Di TPA, di lingkungan keluarga, di lingkungan kerja, dan di mana saja, Asa sudah terkenal sebagai bayi yang sangat ramah. Semua orang berebut untuk membuatnya tertawa. Sering sekali kudapati Asa tertawa-tawa asyik baik itu ketika bermain sendiri maupun bermain dengan orang lain. Kalau suasana hatinya sedang bagus, Asa bisa sampai tertawa terbahak-bahak seperti layaknya orang tua. Suara tertawanya sungguh lucu dan menular.
                Satu hal yang harus kupegang adalah bahwa Asa bukanlah beban melainkan anugerah. Memang terkadang aku merasa lelah dan kewalahan dalam mengasuh dan merawat Asa. Tapi aku belajar untuk tidak mengeluh atau bersungut-sungut. Anugerah yang Tuhan percayakan ini harus kurawat dan kudidik sebagai wujud tanggung jawabku kepada Tuhan. Sebab, aku tahu dan sadar bahwa Asa ini bukanlah semata-mata anak manusia yang hidup menurut kehendaknya atau kehendak orang lain. Asa adalah putri kerajaan surga yang akan menjadi alat Tuhan untuk memenuhi kehendak-Nya yang mulia di atas bumi ini. Sungguh suatu kehormatan bagiku untuk dapat menerima Asa sebagai anak kandung sekaligus anak anugerah Tuhan ini.
                Perjalanan masih sangat panjang. Aku belum tahu sampai kapan dan hendak ke mana Tuhan membentuk Asa. Yang bisa kulakukan hanyalah bersandar pada Tuhan, memohon hikmat dan tuntunan-Nya supaya aku bisa menjadi ibu yang baik bagi Asa. Bersama dengan Mas Cah, kami sebagai orang tua akan mengantarkan Asa sampai kehendak Tuhan yang sempurna terjadi dalam hidupnya. Mari kita lihat bersama! Haleluya!

(Rumah Kemuliaan TUHAN di Pelem Kecut, Minggu 12 Mei 2013)

                

Tidak ada komentar: