Rabu, 21 Mei 2014

Perlindungan Tuhan

Pagi ini, aku sungguh berterima kasih kepada TUHAN atas perlindungan-Nya terhadap bapakku. Benar-benar luar biasa perlindungan-Nya, hampir saja, nyaris. Begini ceritanya. Bapak tiba-tiba mengetuk pintu kamarku, minta tolong Mas Cah membantunya untuk membetulkan pralon tangki air yang jebol. Jebolnya karena apa, aku belum ‘ngeh’ sehingga tidak kucari tahu lebih lanjut. Aku pikir itu karena hal kecil biasa. Maka, kulanjutkan kegiatanku membaca buku sendiri di kamar. Mas Cah yang ringan tangan segera pergi membantu bapak.
                Tak berapa lama kemudian, terbit keingintahuanku untuk melihat apa yang sedang dikerjakan bapak dan Mas Cah itu. Dalam hatiku timbul dorongan untuk berdoa bagi mas Cah supaya TUHAN melindunginya karena tandon air itu lumayan tinggi. Aku lihat Mas Cah dengan semangatnya ‘methangkring’ di bawah tandon dengan kaki bertumpu besi-besi ‘cagak’ tandon, sedang membetulkan pralon yang rusak itu. Bapak membantu di bawah. Sungguh pemandangan yang menceriakan hati, melihat bapak dan menantunya begitu akur dan akrab.
                “Bapak tadi lagi membersihkan tanaman di tembok, terus hampir jatuh, terus pegangan pralon, jadinya pralonnya jebol,” kata bapak tanpa ditanya. Dengan terbengong-bengong aku mendengarkan dan mencerna perkataan bapak itu. Dan dalam hitungan detik, baru kusadari betapa gentingnya suasana itu seharusnya. Bapak hampir jatuh. Bapak hampir celaka! Wow! Hampir saja bapak menjadi pasien rumah sakit dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk! Maka, terbitlah rasa syukur dalam hatiku atas perlindungan TUHAN. Jika tidak ada refleks bapak untuk meraih pralon air itu, maka entah apa jadinya. Jika TUHAN tidak melindungi bapak, mungkin saat ini bapak sudah terbaring tidak berdaya dan ceritanya akan lain. Sekali lagi aku mengucap syukur kepada TUHAN.
                Sering sekali dalam hidup sehari-hari kita lupa untuk mengucap syukur akan hal-hal sederhana yang terjadi. Misalnya, saat kita bisa tiba di tempat kerja dengan selamat tanpa mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena sudah rutin dan terjadi setiap hari, maka kita menganggapnya sebagai hal lumrah dan abai untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan. Baru ketika terjadi sesuatu yang di luar kebiasaan, seperti kecelakaan, barulah kita sadar bahwa keselamatan di jalan itu sungguh amat mahal harganya. Dibutuhkan kasih karunia Tuhan yang luar biasa untuk menjaga kita senantiasa aman dan selamat sentausa sampai di tempat tujuan.
                Puji Tuhan, aku pagi ini diingatkan untuk segera mengucap syukur atas terhindarnya bapak dari kecelakaan yang fatal itu. Aku diingatkan karena ada ayah temanku yang mengalami kecelakaan fatal jatuh dari langit-langit rumahnya ketika sedang membetulkan atap, di mana sampai saat tulisan ini dibuat beliau masih belum sadar sepenuhnya.
                Kejadian pagi ini mengingatkanku untuk tidak memandang segala sesuatu yang berjalan baik sebagai hal yang memang sudah ‘dari sononya’ harus demikian. Jika sesuatu bisa berjalan baik, itu tidak lain karena anugerah Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi kita untuk senantiasa berdoa memohon perlindungan Tuhan atas diri kita dan orang-orang yang kita kasihi serta mengasihi kita. Satu hal lagi yang harus kita ingat adalah jangan lupa untuk mengucap syukur senantiasa atas berkat perlindungan Tuhan tersebut.

Bapa yang maha kuasa,
Terima kasih untuk perlindungan-Mu yang luar biasa bagi keluargaku, khususnya bagi bapakku. Terima kasih Engkau telah menghindarkan bapakku dari kecelakaan yang parah. Kiranya kami dapat senantiasa mengucap syukur atas penyelamatan-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Berkatilah mereka yang bekerja dalam risiko yang tinggi. Kiranya mereka dapat senantiasa bergantung dan bersandar pada kuasa-Mu. Jagalah mereka dengan anugerah-Mu yang memagari bagaikan perisai setiap waktu. Berkati para ayah yang bekerja keras demi kesejahteraan keluarga mereka. Kiranya mereka senantiasa ada bagi keluarga mereka setiap kali dibutuhkan.
Dalam nama Tuhan Yesus.
Haleluya.
Amin.


(Rumah Kemuliaan TUHAN di Pelem Kecut, Minggu 27 Januari 2013)

Tidak ada komentar: