Jumat, 27 Juni 2008

Jawaban Tuhan

Hari ini aku bangun pagi sekitar jam limaan setelah mendapat mimpi yang aku pikir merupakan jawaban Tuhan atas kegelisahan hatiku... mimpi yang sangat menggugah semangat... semoga saja bukan hanya sekedar bunga tidur... Intinya adalah,hmmm... perlu aku ceritakan tidak ya di sini? Sepertinya belum saatnya... takut kejadian yang sama dengan yang dialami oleh Yusuf perjanjian lama terjadi juga padaku, yaitu mengalami apa yang seharusnya tidak dialami hanya gara2 besar mulut... Dengan berbekal semangat akibat mimpi itu, aku melaju dengan cepat di hari Jumat yang pendek ini... meskipun belum mendapat kasus baru untuk refleksi, aku merasa aman dan nyaman di poliklinik... Aku merasa beruntung karena akhirnya aku lihat juga operasi minor pterigium, sehingga tercapai juga target kompetensi untuk hari ini...

Sayang tadi aku nggak sempet ikut PU di kampus bersama2 dengan teman2 PMKK karena aku keburu nunggu jemputan... mungkin besok2 atau entah kapan aku akan menghadiri PU sebagai anak yang telah lama hilang namun kini kembali lagi...

Kegelisahanku masih ada, belum sepenuhnya hilang sejak aku memberanikan diri protes dan unjuk rasa kepada Tuhan... Sejak itu aku jadi sering mengeluh dan mengeluarkan uneg2ku kepada Tuhan... aku memang jarang dan hampir tidak pernah mengeluh di hadapan manusia, kecuali kalo sudah benar2 kepepet dan kewalahan... tapi di hadapan Tuhan, aku bisa menulis berlembar-lembar halaman buku ijo keramat dengan isi berupa keluhan, harapan, dan seabreg isi hati yang paling jujur sejujur-jujurnya... Aku percaya Tuhan selalu mendengar keluhanku, bahkan yang tidak sampai terucapkan dalam bentuk kata sekalipun... Setelah itu, tinggal menunggu jawaban Tuhan yang kadang datang secara tak terduga, salah satunya ya lewat mimpi itu tadi...

Terima kasih Tuhan, buat jawabanMu...

Tidak ada komentar: