Sabtu, 14 Juni 2008

Wow, Amazing...

Hari sudah menginjak pertengahan bulan Juni, bulan keenam, pertengahan juga di tahun 2008... ternyata waktu berlalu dengan sedemikian cepatnya, antara terasa dan tidak terasa... Terasa karena aku sedikit banyak merasakan adanya perubahan yang bermakna dalam hidupku, setidaknya aku tidak bingung2 lagi di rumah setiap hari, setidaknya ada yang aku kerjakan untuk mengisi waktu luang dalam hidupku... tidak terasa karena sepertinya baru kemarin aku pulang dari Samarinda dengan keputusan yang bulat untuk masuk koas, dan sekarang aku sudah masuk koas, sedang menjalani apa yang seharusnya aku jalani, tanpa tahu besok akan bagaimana... yah, mirip2 Abrahamlah, yang harus meninggalkan negerinya dan daerah nyamannya, segala sesuatu yang telah dikenalnya dengan baik sejak kecil... Aku seperti masuk dalam belantara yang tiada taranya, penuh tanda tanya, penuh kejutan di sana sini... tapi di situlah letaknya iman... Iman baru teruji saat kita berjalan di jalan yang tidak kita kenal tapi kita tahu bahwa kita tidak berjalan sendirian... sama seperti itulah kira2 rasanya... aku tidak tahu apa dan bagaimana nantinya, tapi aku nggak sendirian... setidaknya aku bisa melihat kebersamaan dengan teman2 sekelompokku... dan seandainya aku tidak bisa melihat mereka, Tuhan pun menganugerahiku imajinasi untuk membayangkan bahwa aku berjalan bersama Seseorang yang Agung... yaitu Tuhan Yesus sendiri yang telah mengirimkan Roh Kudus sebagai penolongku sepanjang jalanku ini... berliku-liku memang, tetapi di situlah letak keasyikannya... seperti berjalan menaiki gunung yang tinggi dan curam... rasanya sungguh melelahkan dan menakutkan, tetapi begitu sampai di puncak, woow... lihatlah pemandangan indah yang terhampar sampai ke kaki langit... hilanglah semua perasaan takut dan lelah itu, yang ada hanya perasaan puas, kagum, sukacita, dan kelegaan yang tiada taranya...

Saat ini mungkin aku sedang berada di tebing yang tidak memungkinkanku untuk melihat sekeliling dengan jelas... tapi aku sedang belajar dan diajari untuk percaya bahwa ada suatu puncak gunung yang tidak pernah mengecewakan... ada upah yang menanti setiap jerih lelahku saat ini... bahwa janji Tuhan tidak akan pernah mengecewakan, janjiNya selalu digenapi, yaitu bahwa yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai dan yang berjalan menangis sambil menabur benih pasti pulang membawa berkas2nya... Di samping kepuasan dan kelegaan yang tiada taranya itu, pasti ada sesuatu yang untuk saat ini masih sulit dilukiskan... Apa yang tak pernah dilihat, tak pernah didengar, dan yang tak pernah timbul dalam hati kita, itu yang disediakan oleh Allah bagi mereka yang mengasihiNya... amin...

Mimi Imut, saat kejernihan hati menguasai pikiran dan perasaannya...

Tidak ada komentar: