Jumat, 13 Juni 2008

Empuk Getuk Chronicles bagian 1

Si Empuk Getuk merasa bingung... badannya bau sabun cuci... habis dicuci di mesin cuci semalam sama si Yoyo karena bulunya ketumpahan sambel... siapa yang secara iseng menumpahkan sambel di bulu Empuk Getuk yang krem itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah Mimi Imut... Kok bisa? Yah, nggak sengaja saja... Mimi imut sedang makan ayam goreng buatan tetangga rumahnya dan waktu memencet sambel, nggak tahunya sambelnya muncrat mengenai Empuk Getuk yang sedang duduk di atas meja... Lho, duduk kok di atas meja? Yah, maklumlah, Empuk Getuk kan pendek, jadinya duduk harus di atas meja supaya nggak tenggelam di antara kursi2 dan supaya bisa nonton TV sambil ngeliatin orang lagi makan... Jadi, yang salah siapa? Empuk Getuk sendiri donk, kenapa duduknya dekat2 orang yang lagi makan sambel...

Pengalaman yang paling mengerikan dan memusingkan bagi Empuk Getuk adalah dicucin di mesin cuci... sudah diputar-putar, dibasahi, masih dikasih sabun yang baunya aduhai itu lagi... Empuk Getuk nggak tahan bau sabun karena wanginya terlalu dibuat-buat, nggak alami... Empuk Getuk kan sukanya yang alami2 seperti bau bunga yang asli, bau tanah basah sehabis hujan, dan bau Empuk Getuk sendiri yang khas...

Masih dalam keadaan bingung, Empuk Getuk kemudian dijemur di bawah teriknya sinar matahari Jogja yang makin hari makin tidak ramah... duh, untung Empuk Getuk nggak punya sel2 melatonin sehingga nggak bakalan bisa kena kanker kulit... untung juga Empuk Getuk punya bulu yang lebat sehingga... sehingga apa ya? Nggak ada ide nih untuk melanjutkannya... hehe... Selesai dicuci dan dijemur, Empuk Getuk terlihat bersih dan tercium wangi sabun... bulunya menjadi lebih krem dan tambah keriting, sekeriting rambutnya Lik Sar sang pekerja rumah tangga...

Akhirnya, selesai juga prosesi penyiksaan ini, pikir Empuk Getuk... sekarang aku bisa tidur2an lagi... bobok dulu ah... hoahmmmm... berhubung Empuk Getuknya lagi tidur, ceritanya cukup sekian dulu ya... besok atau kapan2 disambung lagi dengan cerita yang lebih wagu... Peace...

Tidak ada komentar: