Minggu, 15 Juni 2008

Kesendirian yang Memuakkan

Aku ini adalah si penyendiri... si penyendiri yang telah menyadari kekeliruannya... kekeliruan yang membuatku gagal... aku tahu menyendiri itu tidak baik bagi kesehatan jiwa... karena orang yang menyendiri itu cenderung untuk mudah marah terhadap berbagai pertimbangan... dulu aku pernah secara sembarang membuka alkitab dan kuperoleh ayat yang menegurku dengan lembut tapi kena, yaitu Amsal 18:1... tapi sampai sekarang, aku masih belum juga terlepas dari kebiasaanku menyendiri... setiap ada keramaian, aku cenderung untuk terpisah darinya... aku sulit membaur... entah kenapa bisa begitu... mungkin sejak aku duduk di bangku SMP... aku merasa terasing di sekolah dan di rumah... masa2 peralihan antara dunia anak2 dan remaja... masa2 genting dan penuh krisis... aku ingat betul bagaimana aku melalui masa2 itu... aku menyendiri karena aku malu dengan keadaanku sendiri... aku tidak tahu harus bagaimana... aku merasa seperti dilupakan dan terlupakan... tapi ternyata tidak sama sekali... Tuhan sangat peduli padaku... disentuhNya hatiku dengan kasihNya yang sempurna dan aku pun menangis lega karena aku ternyata tidak sendirian...

Tapi kecenderungan untuk menyendiri itu selalu ada padaku... memasuki masa SMA, aku hanya bisa berteman dengan satu dua orang saja. Itupun tidak terlalu karib... aku dikenal sebagai anak yang tidak banyak omong alias pendiam... aku benci kata itu, pendiam... aku sebenarnya ingin berbicara banyak, menumpahkan keluh kesahku, tapi entah kenapa amarah yang tidak pada tempatnya itu memisahkanku dengan teman dan sahabatku... aku merasa paling benar sendiri... paling suci sendiri... sehingga aku dipandang aneh oleh teman2ku... jadilah aku si pendiam yang selalu menyendiri, tidak bisa membaur dengan luwes, dan teramat sangat kaku...

Masuk ke bangku kuliah, aku masih membawa kebiasaan burukku yaitu menyendiri dan menyimpan perasaan untuk diriku sendiri... aku diserang rasa iri dan dengki, tapi karena aku selalu sendiri, aku tidak tahu harus bagaimana... aku tertelan oleh semua hal2 negatif yang seharusnya bisa kutepis jika aku tidak menyendiri... aku terjatuh, tertinggal, dan terduduk dalam bisu... tapi Tuhan tidak tinggal diam... mungkin Tuhan mengirimkan berlaksa-laksa malaikatNya hanya untuk membangkitkanku dan mendukungku karena aku sangatlah kacau... meskipun demikian, aku tetap selalu menyendiri... padahal aku tidaklah sendirian...

Sekarang, aku sudah menyadari pentingnya untuk berbagi rasa dengan sesamaku... tapi aku masih kaku dalam bergaul karena sudah lama aku hidup dalam kesendirian di tengah keramaian... aku cuma bisa minta tolong pada Tuhan yang adalah kasih, supaya aku dimampukan untuk menjadi sepertiNya... kasih itu tidaklah menyendiri... kasih itu berbagi...

Mimi Imut, saat kesendirian telah membuatnya muak...

Tidak ada komentar: