Minggu, 15 Juni 2008

Bagaimana Bisa...

"Mimi, cerialah!"
Bagaimana bisa aku ceria sementara aku berjalan dalam ketidakpastian...

"Mimi, bersyukurlah!"
Bagaimana bisa aku bersyukur sementara aku melakukan hal2 yang tidak kusukai...

"Mimi, berharaplah!"
Bagaimana bisa aku berharap sementara aku tidak tahu apa yang harus kuharapkan...

"Mimi, santailah!"
Bagaimana bisa aku santai sementara aku harus melakukan banyak hal yang tidak kusukai...

"Mimi..."
Bagaimana bisa...

Begitulah kira2 percakapan dalam hatiku dengan Tuhan yang selalu saja stagnan... Tuhan yang penuh dengan optimisme sedangkan aku yang selalu pesimis... Seandainya saja ada teman yang bisa menolongku untuk bersikap optimis sepanjang waktu... Ya, seandainya saja... tapi siapa? Kapan? Di mana?

1 komentar:

mimi imut mengatakan...

Tuhan, aku pingin optimis...