Sabtu, 14 Juni 2008

Empuk Getuk Chronicles bagian 2

Empuk Getuk mantuk2 terantuk-antuk saat diajak Yoyo sama Mimi jalan2 naik mobil ke stadion Maguwoharjo... jalan yang dilalui banyak lubangnya dan Yoyo sering sekali menginjakkan roda mobil pas di lubang yang paling dalam... Mak jedug, kepala Empuk Getuk terantuk kaca mobil... untung saja Empuk Getuk tidak punya tulang belulang... hanya seonggok kapas berbulu... jadinya Empuk Getuk tidak merasakan sakit apa pun... bahkan ketika Empuk Getuk terlempar ke sana ke mari tidak karu2an, Empuk Getuk tetap merasa aman sentosa karena badannya yang teramat sangat empuk, kaya' getuk...

Hari ini Empuk Getuk tidak lagi bingung... badan dan bulu2nya sudah kering, meskipun bau sabun cuci masih sedikit melekat pada bulu2nya... tapi setidaknya, bau Empuk Getuk yang khas itu sudah mulai kembali ke tempatnya semula... bau penguk yang lucu dan menentramkan hati... mungkin bau sejenis itu yang menyebabkan para bayi dan anak2 kecil begitu menyayangi selimut rombengnya atau boneka kucelnya sampai dibawa ke mana2...

Satu hal Empuk Getuk bersyukur (satu2nya boneka yang bisa bersyukur ya cuma Empuk Getuk), Empuk Getuk masih suka diajakin ke sana ke mari sama Yoyo dan Mimi Imut... entah kenapa begitu, padahal usia Yoyo dan Mimi Imut sudah dua puluhan lebih... masih juga suka main boneka... tapi Empuk Getuk tidak malu karena Empuk Getuk adalah bonekanya... yang biasanay malu adalah Mimi Imut, takut ketahuan teman2nya bahwa dirinya masih suka main boneka... sehingga, ada kalanya Empuk Getuk disembunyikan oleh Mimi Imut ketika teman2nya datang atau ketika naik mobil yang melewati keramaian... untung masih ada si Yoyo yang sepertinya nggak pernah malu akan keadaannya sendiri... sekali lagi Empuk Getuk bersyukur...

Tidak ada komentar: