Rabu, 07 Mei 2008

Tentang Perilaku Bunuh Diri

Lagi baca2 tentang perilaku bunuh diri masih di buku yang sama, buku saku psikiatri sebagai pengisi waktu yang teramat sangat luang menjelang detik2 menuju koas... hehe... dan inilah beberapa hal yang aku dapatkan... check them out!!!

Epidemiologinya (di US sih, soale yang bikin orang sono) adalah sebagai berikut:
* rasio percobaan laki2:perempuan= 1:3; keberhasilan laki2:perempuan=3:1
* kasus bunuh diri meningkat dengan bertambahnya usia dan merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi pada pria dewasa dan mahasiswa
* kebanyakan pasien tersebut bukan penderita psikotik atau yang tidak berkompeten melainkan kebanyakan menderita depresi.

Bagaimana mengenali pasien yang berpotensi bunuh diri?
1. pasien pernah mencoba bunuh diri
2. keinginan bunuh diri dinyatakan secara terang2an maupun tidak, atau berupa ancaman (sering dikatakan kepada keluarga)
3. terlihat adanya mood yang depresif atau cemas
4. baru mengalami kehilangan yang bermakna (misal pasangan, pekerjaan, harga diri)
5. perubahan perilaku yang tidak terduga: menyampaikan pesan2, pembicaraan serius dan mendalam dengan kerabat, membagi2kan harta/barang2 miliknya
6. perubahan sikap yang mendadak: tiba2 gembira, marah, atau menarik diri.

Hal2 penting lainnya seputar bunuh diri:
* mengajukan pertanyaan mengenai bunuh diri tidak akan mencetuskan terjadinya peristiwa itu. Karena itu, apabila pasien tidak menceritakan sendiri keinginannya, selidikilah adanya ide2 bunuh diri melalui pertanyaan2 yang lebih spesifik seperti "Apakah kamu merasa sedih?" "Apakah kamu pernah berpikir untuk mengakhiri hidup?" "Bagaiamana caranya?" dll.
* Jenis percobaan bunuh diri dengan menembak diri sendiri atau melompat, lebih mematikan dibanding menelan zat2 tertentu atau menyilet nadi pergelangan tangan.
* Bunuh diri itu sendiri mungkin menurun secara genetik dalam keluarga.

Yang aku bold di atas itu pernah aku alami sebelumnya, dan FYI, aku pernah mencoba untuk bunuh diri dengan cara minum cairan pembersih lantai dan memotong nadi pergelangan tapi entah kenapa seolah2 ada yang menghalangiku... aku nggak sanggup untuk melakukannya... padahal dah hampir aku minum tuh cairan... tangan kanan pegang wadah berisi cairan, tangan kiri tiba2 dengan pelan tapi pasti menghalangi tangan kanan... kata nenekku, itu pekerjaan Roh Kudus yang berusaha menghalangi niatku untuk bunuh diri... alasannya kenapa bunuh diri? Dah nggak ada semangat untuk hidup kali, sama nggak ada lagi alasan untuk hidup... Terus aku juga pernah beberapa kali membagi2kan barang2 kesayanganku sama orang2... selain itu juga pernah mengalami perubahan sikap tiba2 senang atau marah... Well, pendek kata, aku ini punya kecenderungan untuk melakukan percobaan bunuh diri... tapi thank God, sampai detik ini aku masih ada di sini dan bisa berbagi cerita... Intinya, waspadalah akan kecenderungan utk bunuh diri yang ada dalam diri kita sendiri maupun orang2 di sekitar kita... Semakin cepat dikenali dan semakin dapat dicegah, semakin baiklah keadaannya...

Tidak ada komentar: