Kamis, 15 Mei 2008

AKu Nggak Suka

Aku bingung mau nulis apa, tapi akan aku coba untuk menulis sedikit demi sedikit... aku lagi mengalami stresor yang agak2 berat karena aku sedang mengalami pengalaman baru yaitu koas di bangsal jiwa di mana aku ketemu orang2 baru, suasana baru, kegiatan2 baru, dan jam biologis yang baru... berat badanku mulai turun dua kilo (horeee...) yang bikin aku merasa nggak enak... hmmm... banyak deh... yang terutama adalah kemampuan menyesuaikan diriku yang sepertinya di bawah rata2... aku nggak bisa deket dengan siapa pun... bahkan sama temen satu kelompokku... paling2 cuma ngobrolin sedikit masalah pasien yang dihadapi, itu pun hanya sepatah dua patah kata... aku bingung mau ngomong apa lagi... aku jarang bisa ngomong sampai panjang lebar... aku cuma bisa mendengarkan dengan empati, tapi siapa yang bisa tahu aku sedang berempati? Siapa yang bisa merasakan orang yang sedang berempati? Padahal aku sedikit banyak ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, menempatkan diriku pada posisi mereka... Itu sebabnya aku bingung di bangsal jiwa ini... terkadang aku merasa jahat sekali dan nggak terima dengan perlakuan terhadap pasien yang agak2 kurang manusiawi... menurutku... mereka diajak ngobrol cuma untuk diketahui apakah mereka punya gejala2 gangguan kejiwaan tanpa ada rasa memahami perasaan mereka... yang mewawancarai seolah2 mengerti dan memahami apa yang diucapkan oleh pasien padahal sebenarnya sedang menulis gangguan2 jiwa yang tercetus oleh pasien yang tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya secara diam2 sedang "digunjingkan" di belakang layar... aku merasa nggak cocok dengan metode yang dipakai oleh para ahli jiwa yang aku lihat itu... karena aku pernah menjadi pasien sedangkan para ahli jiwa itu belum pernah berada pada posisi pasien sih ya... coba mereka (para ahli jiwa) yang berada pada posisi pasien di mana mereka diikat, kemudian dikasih obat tiap hari, untuk kemudian ditanya2i demi memperoleh bukti gangguan jiwa yang sangat subjektif sifatnya... belum lagi dengan adanya stigma yang melekat erat... duh, aku bener2 merasa nggak enak... ditambah lagi aku nggak berani ngomong dan bersikap sesuai hati nuraniku sendiri... aku memang tidak ilmiah, itu sebabnya kenapa aku dulu (dan mungkin sekarang masih) nggak mau jadi dokter... dan sekarang sepertinya aku nggak niat lagi untuk jadi spesialis jiwa... huhu... hiks...

Tidak ada komentar: