Sabtu, 03 Mei 2008

Empuk Getuk Chronicle

Sekarang aku mau cerita tentang boneka kesayanganku, yaitu si Empuk Getuk a.k.a. puk tuk a.k.a. Empuk2... Si Empuk Getuk ini dibeli di Gramedia seharga seratus ribu rupiah, cukup mahal untuk ukuran boneka sejenis teddy bear yang banyak bulunya... Mungkin mahalnya karena bulunya banyak banget dan bentuknya juga nyaman untuk dipeluk2... Mengapa namanya Empuk Getuk? Well, sebenarnya nama pertamanya adalah si Gundul karena kepalanya bulat dan gak berambut panjang, semua tertutup bulu2 pendek seperti di sekujur badan... Hingga suatu hari ibu mencetuskan kata2 "empuk getuk" waktu minta aku untuk mijitin punggungnya tapi aku males terus pake tangan si Empuk Getuk yang empuk kaya getuk itu... Maka jadilah nama si Gundul berganti menjadi si Empuk Getuk yang lebih terdengar lucu di telinga.

Mengapa aku suka boneka beruang sampai sekarang? Sebenarnya nggak ada alasan khusus sih, cuma suka aja ngeliat dan megang benda empuk berbulu yang bisa dibawa ke mana2, apalagi bentuknya lucu dan ngegemesin seperti bayi... Bedanya cuma kalo boneka itu nggak bernyawa sehingga nggak rewel seperti bayi dan nggak tumbuh besar sehingga gak ngerepotin... Dulu waktu kecil aku belum punya boneka untuk dipeluk sampai akhirnya bapak membelikan satu boneka beruang berbulu pink yang aku kasih nama Badoet karena kata mbah Dirjo, pembantu waktu itu, aku suka membadut... Badoet sekarang sudah 'almarhum' karena sudah aku bakar waktu sma, takut menjadi berhala karena waktu sma merupakan waktu puritanismeku...

Yang suka main Empuk Getuk bukan cuma aku aja, Yoyo juga suka main... Jadinya kami sering rebutan... Empuk getuk juga sering dibawa jalan2 naik mobil sama Yoyo... Hehe, itulah Empuk Getuk... Semoga selingan ini dapat berguna untuk menceriakan hati yang gundah dan resah menjelang koas...

Tidak ada komentar: