Jumat, 16 Mei 2008

Obrolan Tangensial Ngalor Ngidul Nggak Ada Tujuan

Pagi dini hari ini aku masih terjaga karena ada banyak yang harus aku kerjakan untuk mengatasi kecemasanku... salah satunya adalah dengan ngeblog ini... salah duanya adalah dengan membaca2 buku yang aku punya tentang psikiatri, sekedar untuk mengupgrade dan memaintain ilmu yang kudapat, seberapapun itu... salah tiganya dengan menulis2 di buku diary ijoku yang isinya sangat2 pribadi tapi penting banget untuk menjaga kesehatan mentalku... duh, ngomongnya dah mulai agak2 intelektualisasi nih, sok intelek gara2 mbaca2 teori2 psikiatri yang ajubile itu... padahal aku ini orangnya nggak intelek2 banget... cukup terdidik tapi nggak terlalu intelek... mediocre, kalau Profesor Snape (gurunya Harry Potter) bilang... hehe...

Semakin dibaca semakin nggak apal dan semakin merasa aku nggak ngerti apa2 nih... apa memang begitu ya seharusnya kalo belajar? Makin berisi makin merunduk... emangnya padi? Kegelisahan hatiku aku atasi dengan lebih banyak berdoa dan baca2 alkitab lagi karena aku nggak tahu jalan lain selain itu... terus besok kalo Minggu sibuk dan nggak sempet ke gereja, aku mau ke gereja Sabtu ah... biar bisa melampiaskan emosi sekalian, karena sepertinya selama ini aku ke gereja cuma untuk sekedar ngiringi aja tanpa melibatkan aspek kejiwaanku... hmmm... gara2 koas pertama di stase jiwa nih, ngomongnya tentang jiwa melulu... hehe...

Saat aku nulis ini, ibu dan bapak sudah tidur, tapi aku dan Yoyo masih melek... kalo Yoyo lagi baca2 buku pelajarannya, sedangkan aku lebih banyak nulis2 nggak pentingnya... maksudnya nggak penting adalah nggak ada hubungannya dengan pelajaran akademis... tapi penting kok untuk melampiaskan isi hati biar nggak stres... betul nggak pembelaan diriku ini? Terus aku habis SMS Tante Ika yang intinya minta dukungan doa dari mana2 karena aku merasa sangat kewalahan dengan kehidupan koas... bener2 sesuai dengan perkiraan... koas emang bikin aku nggak pe de... apa emang akunya sendiri yang nggak pe de ya? Hmmm... Harus bagaimana ini? What should I do?

Tidak ada komentar: