Minggu, 13 Juli 2008

Mimiel Chronicles bagian 5

Dengan mengerang menahan sakit di pundak dan sayapnya, Mimiel bangkit menghadapi lawan yang menghalangi jalannya. Dihunuskannya pedang dan disiapkannya perisai. Dipandangnya lawannya dengan tatapan yang tajam dan penuh dengan kemarahan. Kemarahan yang kudus. Kemarahan yang timbul karena kehendak The Big Boss dihalangi.

"Siapa kau? Beraninya menghalangi jalanku!" seru Mimiel dengan garang.

"Khu khu khu... cukup sampai di sini perjalananmu, malaikat kecil..." jawab si penghalang jalan meremehken Mimiel.

"Enak saja kau bicara... aku tidak mau menyerah begitu saja di hadapanmu... kehendak The Big Boss harus jadi!!!" balas Mimiel.

"Langkahi dulu sayapku, kalau kamu mampu... khu khu khu..."

"Minggir kalau tidak ingin sayapmu tecabut!!!" tiba-tiba Mimiel menyerang.

PRANG!!! BRUUK!!! Pedang dan perisai saling beradu... Mimiel menyerang dengan tanpa ragu-ragu... si penghalang jalan juga tidak mau kalah... dibalasnya serangan Mimiel dengan tanpa ampun... kilatan bunga api terpercik dari gesekan metal yang saling beradu... langit di sekitar Mimiel menjadi gelap dan diliputi kekelaman... suasana menjadi terasa menyesakkan... dalam hati Mimiel minta pertolongan kepada The Big Boss... rasanya sedikit lagi dia tidak dapat bertahan menghadapi serangan si penghalang jalan...

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan di Mimiel Chronicles berikutnya...

Tidak ada komentar: