Sabtu, 19 Juli 2008

Pelajaran Berharga

Karena kemarin seharian nggak bisa ngenet gara2 speedynya ngadat terus, baru sekarang aku bisa nulis di sini... Kemarin bisa dibilang aku sukses meskipun nilai ujianku cuma dapet 80... Yah, aku memang kurang belajar sebelumnya... nggak cukup ternyata belajar hanya pas ujian... seharusnya dalam minggu2 tenang, aku belajar yang rajin supaya aku bisa menjawab pertanyaan2 tak terduganya Prof Hardjo... yah, gak pa2 deh... yang penting aku lulus, meskipun dengan nilai yang mepet dan cuma dapet nilai B...

Pengalaman yang membuatku merasa sukses adalah aku telah berbuat baik sama temanku Chika... Aku nungguin Chika yang belum ujian dan akhirnya terpaksa harus diundur besok Senin... terus aku juga telah sukses mempertahankan integritasku saat Chika minta aku untuk memark up saja nilai kompetensiku supaya aku dapet nilai akhir A/B... aku dengan bodohnya bilang "nggak ah, biar saja..." karena aku tahu bahwa kejujuran itu lebih berharga daripada nilai A/B... Sebenernya nggak jujur2 amat sih, soalnya aku sudah memark up sedikit nilai kompetensiku sehingga hasilnya mepet dapat 8,1... berarti dah kadung salah donk ya... makanya, hati nuraniku melarangku untuk lebih lagi menambah dosa... God, forgive me please...

Hari ini rencananya mau ngurus nilai ke Bu Nuning sekalian minta tanda tangan sama dr. Iin... semoga bisa ketemu... kalau enggak ya berarti urusan nilainya mundur lagi sampai nggak tahu kapan... Semoga dr. Iin nggak gimana2 kalau tahu nilai ujianku yang cuma 80... Yah, inilah hukum tabur tuai... apa yang kita tabur, itu yang kita tuai... karena aku nggak rajin belajar, ya makanya hasilnya nggak memuaskan... lain kali aku akan lebih rajin ah... bukan demi nilai, tapi demi integritas, karakter, dan pengetahuan yang harus kumiliki supaya aku bisa menjadi Saksi Tuhan yang efektif nantinya... Terus aku juga harus menghindari spirit persaingan dan sebaliknya, menumbuhkan spirit kerja sama... Aku juga harus mengejar kasih di mana pun dan kapan pun aku berada... Aku memilih untuk bersukacita dan bersenang-senang dalam Tuhan karena itulah yang terbaik dan Tuhan mau... jadi, stop menyesali diri terus... aku mau pandang ke depan dengan harapan yang terbaik dalam Tuhan... amin...

Tidak ada komentar: