Senin, 14 Juli 2008

Berhenti mengeluh, mulailah bersyukur!!!

Hari ini aku ke Sardjito cuma untuk ngurus surat buat ujian, terus pulang... Waktu nunggu Yoyo njemput di Radiopoetro, aku ketemu sama Bu Tari, dosen pembimbing akademikku selama aku kuliah s1 di FK UGM tercinta... Bu Tari selalu nanya, "Gimana, seneng nggak (koasnya)?" Jujur bu, aku nggak gitu seneng karena aku kurang banget kompetensinya... aku kurang bisa mengikuti dinamika ilmunya... aku cuma bisa ngobrol santai haha hihi sama temen2 kelompok, cuma itu... tapi kalau ditanya soal ilmu yang harus kukuasai, weleh... sayonara deh... aku pasti lebih banyak diem, bukan karena diem itu emas melainkan karena aku nggak tahu harus jawab apa... aku jadi merasa paling bodoh sendiri sedunia... iya nggak sih? Makanya setiap kali ditanya, aku dengan agak bohong sedikit selalu tersenyum sambil menganggukkan kepala dan menjawab begini, "yah, lumayan, Bu..." Aku nggak tahu kenapa aku nggak punya cukup keberanian untuk bilang yang sejujurnya bahwa aku nggak gitu senang dengan kondisiku saat ini... Tapi kalau Tuhan yang berkehendak demikian dan menurutNya ini yang terbaik, aku harus bagaimana lagi? Meskipun dalam hati aku sering berontak dan inginnya segera berhenti...

Stop mengeluhnya! Ayo sekarang kita lihat dari perspektif Tuhan...

Bukan kebetulan aku bisa belajar di FK UGM dengan beaya yang masih tergolong ringan... bukan kebetulan aku termasuk angkatan terakhir dengan sistem parsial yang relatif lebih mudah prosesnya... Bukan kebetulan pula aku sekarang mengikuti program pendidikan profesi alias koas ini masih dengan beaya yang tergolong murah... Bersyukur masih ada keluargaku yang senantiasa mendampingiku saat aku merasa bebanku terlalu berat... Bersyukur masih ada Tuhan yang selalu setia menuntunku langkah demi langkah sampai menemukan jalan keluar dari setiap masalah... Bersyukur aku tidak dibiarkan sendirian saja, Tuhan kasih aku teman2 yang tepat uuntuk mendukungku dan membangkitkan semangatku setiap hari... Tujuan akhirnya apa? Yang jelas nama Tuhan yang semakin dimuliakan... karakterku yang semakin terbentuk indah... dan Injil Keselamatan dan Kerajaan Allah yang semakin tersebar luas... itu salah satu pesan Tuhan yang disampaikan lewat Pak Didik beberapa waktu yang lalu di Kalimantan.... Tidak mudah memang, tapi memang Tuhan tidak menjanjikan perjalanan yang mudah, Dia menjanjikan pendaratan yang aman... itu saja sih yang perlu kucamkan baik2...

Jadi, berhenti mengeluh dan mulailah bersyukur senantiasa walau apapun yang terjadi!!!

Tidak ada komentar: